DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

7 Tahun Diperjuangkan, Akhirnya Izin PT LUM Dicabut

Editor : Selasa,09 Agustus 2016 | 16:36:20 WIB
7 Tahun Diperjuangkan, Akhirnya Izin PT LUM Dicabut Ket Foto : Bupati Meranti H. Irwan MSi saat menyerahkan SK Pencabutan Izin Konsesi PT. LUM diwilayah Tebing Tinggi Timur kepada Camat 3 T Elfandi

PELITARIAU, Meranti- Dalam acara sukuran bersama Bupati Kepulauan Meranti H Irwan MSi, tentang di cabutnya izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Lestari Unggul Makmur (LUM) seluas 10.390 Ha, oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur (3T), tokoh masayarakat yang juga aktifis lingkungan hidup di Meranti Abdul Manan mengaku sangat terharu atas dicabutnya izin konsesi HTI Akasia PT LUM.

 
Hall itu dikarenakan, setelah 7 tahun diperjuangkan oleh masyarakat, pembebasan lahan HTI PT LUM yang memakan waktu cukup lama itu tak semudah membalik telapak tangan, tapi lewat perjuangan yang menguras tenaga, waktu dan pemikiran. 
 
Diawali dari forum desa tahun 2008 lalu yang melahirkan kesepakatan menolak keberadaan PT. LUM diwilayah Kecamatan 3 T. Untuk itu ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif.
 
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Desa dan Masyarakat serta Pj Bupati Syamsuar yang telah merekomendasikan dan Bupati Meranti H Irwan yang telah mengeluarkan 3 kali rekomendasi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ucap Abdul Manan, pada Selasa (09/08) dikantor Camat 3T.
 
Ia berharap lahan Eks PT. LUM yang saat ini telah dikuasai negara dapat dikelola dengan baik sebagai Hutan Desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedepan apapun kebijakan pemerintah pusat ia minta dikoordinasikan dulu kepada masyarakat sehingga tidak lagi ditanami Akasia yang dinilai dapat merusak ekosistem gambut. 
 
 
"Kami mengharamkan Akasia dan
Sawit karena merusak Gambut yang berada disekitar tanaman tersebut," jelas Manan.
 
Selain itu, Camat 3T Elfandi mengatakan Dengan dicabutnya Konsesi HTI PT. LUM otomatis lahan hutan yang masuk wilayah desa hingga ke Nipah Sendanu dan Tj. Sari yang merupakan denyut jantung aktifitas masyarakat dapat kembali dimanfaatkan. 
 
"Ini hasil dari perjuangan santun dan bijak dari seluruh elemen masyarakat, sehingga menyentuh hati pemerintah pusat untuk merealisasikan tuntutan warga," jelas Camat 3T Elfandi.
 
Meski izin HTI PT. LUM sudah dicabut namun dikatakan Elfandi, perjuangan belum selesai, harapan masyarakat dapat mengelola lahan itu yang disesuaikan dengan kearifan lokal yakni ditanami dengan tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut seperti Sagu.***

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved