Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Menkeu Tak Soal Dana Pemda di Bank, Asal...
PELITARIAU, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah daerah (Pemda) tidak harus menghabiskan seluruh simpanannya di bank, tetapi wajib memaksimalkan penyerapan anggaran sesuai dengan prioritas dan peruntukannya.
Ia bisa memaklumi jika ada daerah, yang kapasitas fiskalnya mumpuni dan ekonominya relatif mandiri, memiliki simpanan uang di bank. Dengan catatan kas daerah tersebut sudah menjamin kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan operasional pemda.
Sri Mulyani mencontohkan DKI Jakarta, yang perekonomiannya disokong oleh aktivitas swasta dan belanja masyarakat yang luar biasa. Alhasil, dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menjadi penggerak utama perekonomian sehingga wajar jika memiliki simpanan besar di bank.
"Mereka itu tidak harus menghabiskan seluruh anggarannya. Sama seperti daerah yang kaya natural resources di dunia," ucap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan sebagaimana dikutip CNN Indonesia, Jumat (5/8).
Atas saran Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo kemarin mengungkap daftar daerah yang menimbun uang negara di bank. Beberapa provinsi yang paling besar memiliki simpanan di bank adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Papua, dan Jawa Tengah.
Menkeu menjelaskan, pemerintah pusat sengaja mengungkap daftar daerah pemilik simpanan di bank untuk mendorong belanja dan optimalisasi penggunaan anggaran negara. Terutama bagi daerah-daerah yang kapasitas fiskalnya terbatas dan sangat bergantung pada pos anggaran transfer ke daerah di APBN.
Intinya, ia mengingatkan pemerintah daerah bersama mitra kerjanya di DPRD untuk mengoptimalkan pengelolaan APBD setelah menerima jatah anggaran dari pusat.
"Jadi ini tujuannya tidak untuk mempermalukan atau menyudutkan. Tapi agar uang yang dikumpulkan dan disalurkan bisa digunakan setepat mungkin sesuai aturan dan waktu," kata mantan Menko Perekonomian ini.
Optimalisasi anggaran daerah, lanjut Sri Mulyani, diharapkan menggerakan roda ekonomi di daerah sehingga distribusi pendapatan menjadi lebih merata. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu.
"Fungsi saya sebagai Menkeu dan bendahara negara, dari sisi pembukuan dan alokasi harus jelas. Kalau memang ada hal-hal yang bisa kami bantu, saya coba bantu," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








