Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Nasi Tumpeng Bukan Sekadar Makanan Tetapi Memiliki Filosofi yang Dalam
PELITARIAU, Jakarta - Nasi tumpeng bukan hanya sekadar makanan dengan tampilan yang menarik dan rasa yang lezat. Makanan yang selalu ada dalam perayaan selamatan dan syukuran khususnya di Jawa, ternyata memiliki makna filosofis yang begitu indah.
Nasi tumpeng merupakan bentuk representasi hubungan antara Tuhan dengan manusia dan manusia dengan sesamanya.
"Dalam Kitab Tantupanggelaran (kitab dari zaman Majapahit) diceritakan saat Pulau Jawa berguncang, Batara Guru dalam konsep Hindu memerintahkan membawa puncak Mahameru India untuk menstabilkan Pulau Jawa dan jadilah Gunung Semeru di Jawa Timur.
"Puncak tertinggi itulah yang dipercaya merupakan letak dari para dewa. Manusia memahami konsep Ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada di puncak. Nasi Tumpeng adalah representasi dari puncak gunung atau konsep Ketuhanan," kata Dr Ari Prasetiyo, S.S., M.Si saat dihubungi oleh KompasTravel, Kamis (4/8/2017).
Selain bentuk nasi tumpeng yang kerucut dan menjulang tinggi (vertikal) adalah representasi dari bentuk gunung atau Tuhan, isian nasi tumpeng juga memiliki arti.
Menurut Ari, isian tumpeng yang diletakkan horizontal adalah lambang hubungan manusia dengan sesamanya. Keragaman lauk pauk adalah lambang kehidupan dunia yang kompleks.
"Dalam konsep Jawa dikenal ungkapan 'sangkan paraning dumadi' (tahu dari mana dan akan kemana segala mahluk), 'mulih ing mulanira' (kembali ke asalnya). Agar kembali ke Tuhan atau kaitannya dengan konsep surga dan neraka, manusia harus berbuat baik dan berhati-hati dalam hidup di dunia yang penuh karut marut seperti lambang dari lauk pauk nasi tumpeng," kata Dr Ari yang mengajar Sastra Jawa di Universitas Indonesia.***(prc)
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








