Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2746 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5301 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Banggar dan TAPD Bahas RAPBD-Perubahan Riau 2016
ilustrasi
PELITARIAU, Pekanbaru - Rapat pembahasan rencana Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Provinsi Riau berlangsung alot, rapat digelar untuk membuat Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) Perubahan tahun 2016.
Pantauan di lapangan, rapat KUA-PPAS digelar bersama antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Riau dii ruang rapat medium DPRD Riau, Rabu (27/7).
Dalam rapat itu, Banggar meminta agar TAPD tetap memasukkan pokok-pokok pikiran angggota dewan sesuai hasil reses anggota DPRD Riau beberapa waktu lalu, ke dalam APBD Perubahan 2016 mendatang. "Hasil reses itu harus masuk dalam KUA PPAS. Selanjutnya masuk dalam RAPBD Perubahan 2016," kata Wakil Ketua DPRD Riau, Manahara Manurung.
Manahara yang juga salah satu dari tiga pimpinan Banggar melihat, TAPD dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlihat tidak sejalan. Sehingga, menyebabkan pokok-pokok pikiran hasil reses anggota DPRD Riau tidak masuk dalam kebijakan penggunaan anggaran. “Kita minta kepada TAPD dan SKPD bisa dikronsasikan usulan-usulan DPRD masalah pokok-pokok pikiran hasil reses itu," tutupnya.
Terpisah anggota Banggar DPRD Riau, Aherson mengatakan hal yang sama, tidak sinkronnya penggunaan dana anggaran antara SKPD dan TAPD mengakibatkan, pengelolaan keuangan untuk memasukkan pokok-pokok pikiran reses anggota Dewan tidak pernah diakomodir.
Berdasarkan pengamatannya, kondisi anggaran daerah di lapangan terlihat sangat bertolak belakang, dimana anggaran yang tersedia lebih sedikit dibandingkan dana yang di butuhkan oleh setiap SKPD. "Lebih besar perencanaan dibandingkan dengan uang yang ada di kas daerah," jelasnya.
Namun demikian, pihaknya akan terus memperjuangkan apa yang menjadi pokok-pokok pikiran rakyat yang mereka serap selama melakukan reses di lapangan untuk dapat terealisasi dalam APBD Riau. "Seharusnya yang mana yang bisa dikerjakan itu, harus di tampung. Karena pembahasan APBD ini harus dilakukan dua pihak antara DPRD dan TAPD," tegasnya.**
Pantauan di lapangan, rapat KUA-PPAS digelar bersama antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Riau dii ruang rapat medium DPRD Riau, Rabu (27/7).
Dalam rapat itu, Banggar meminta agar TAPD tetap memasukkan pokok-pokok pikiran angggota dewan sesuai hasil reses anggota DPRD Riau beberapa waktu lalu, ke dalam APBD Perubahan 2016 mendatang. "Hasil reses itu harus masuk dalam KUA PPAS. Selanjutnya masuk dalam RAPBD Perubahan 2016," kata Wakil Ketua DPRD Riau, Manahara Manurung.
Manahara yang juga salah satu dari tiga pimpinan Banggar melihat, TAPD dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlihat tidak sejalan. Sehingga, menyebabkan pokok-pokok pikiran hasil reses anggota DPRD Riau tidak masuk dalam kebijakan penggunaan anggaran. “Kita minta kepada TAPD dan SKPD bisa dikronsasikan usulan-usulan DPRD masalah pokok-pokok pikiran hasil reses itu," tutupnya.
Terpisah anggota Banggar DPRD Riau, Aherson mengatakan hal yang sama, tidak sinkronnya penggunaan dana anggaran antara SKPD dan TAPD mengakibatkan, pengelolaan keuangan untuk memasukkan pokok-pokok pikiran reses anggota Dewan tidak pernah diakomodir.
Berdasarkan pengamatannya, kondisi anggaran daerah di lapangan terlihat sangat bertolak belakang, dimana anggaran yang tersedia lebih sedikit dibandingkan dana yang di butuhkan oleh setiap SKPD. "Lebih besar perencanaan dibandingkan dengan uang yang ada di kas daerah," jelasnya.
Namun demikian, pihaknya akan terus memperjuangkan apa yang menjadi pokok-pokok pikiran rakyat yang mereka serap selama melakukan reses di lapangan untuk dapat terealisasi dalam APBD Riau. "Seharusnya yang mana yang bisa dikerjakan itu, harus di tampung. Karena pembahasan APBD ini harus dilakukan dua pihak antara DPRD dan TAPD," tegasnya.**
BERITA LAINNYA +INDEKS
Ketua DPRD Inhu Rehabilitasi Ruang Guru TK Islam Gerbang Sari di Momen Hari Guru Nasional
PELITARIAU, Inhu – Suasana haru dan penuh sukacita terasa di Taman Kanak kanak.
DPRD Inhu Komitmen Realisasikan Tuntutan 20 Persen Lahan Kemitraan Desa Sungai Lala
PELITARIAU, Inhu – Tuntutan masyarakat Desa Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala .
Hak Karyawan Harus Jadi Prioritas di Tengah Penyitaan Kebun Sawit di Inhu Oleh Satgas PKH
PELITARIAU, Inhu – Penyitaan sejumlah areal perkebunan kelapa sawit oleh Satua.
DPRD Inhu Desak Pemkab Bentuk Satgas Inventarisasi Barang Daerah
PELITARIAU, Inhu – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, didesak se.
Dodi SPBU Serahkan Bantuan Pendidikan Rayyan Arkan Dika di Panggung JMSI Riau Award 2025
PELITARIAU, Kuansing - Momen haru dan penuh kepedulian mewarnai malam puncak per.
Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat Terima Anugrah Legislator Futuristik Berbasis Kerakyatan
PELITARIAU, Kuansing – Jaringan Media Siber Indon.








