Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ada Perintah untuk Kapolres Wilayah Perbatasan Indonesia Rapatkan Barisan
PELITARIAU, Kalbar – Rawannya tindak kejahatan dan barang ilegal di pintu masuk perbatasan RI-Malaysia menjadi perhatian khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Hal itu ditunjukkan dengan adanya perintah kepada sejumlah polres yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Musyafak membeberkan adanya perintah tersebut. Menurut jenderal bintang satu ini, sejumlah kapolres di wilayah perbatasan yang dipanggil adalah Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.
"Tujuannya untuk memperketat pengawasan di daerahnya. Berdasarkan data yang ada dua bulan terakhir ini saja, jumlah kasus narkoba yang masuk melalui perbatasan mencapai 50 kilogram sabu-sabu dan puluhan ribu pil ekstasi,” ujar Musyafak, Sabtu, 23 Juli 2016 sebagaimana dikutip viva.co.id
Musyafak menjelaskan, peristiwa seperti ini tidak boleh dianggap biasa saja. Akan tetapi ia berharap perlu perhatian semua pihak.
“Bisa dibayangkan jika satu orang menggunakan satu gram sabu maka ada 50 ribu orang Kalimantan Barat yang teracuni,” Musyafak mengingatkan.
Musyafak mengatakan, sejumlah barang ilegal juga masuk ke perbatasan. Salah satunya narkoba yang isinya seperti gula refinasi, yang belum layak dikonsumsi. Dampaknya tidak sedikit warga Kalimantan Barat yang terkena penyakit diabetes atau kencing manis.
“Barang ilegal lainnya membahayakan kesehatan masyarakat adalah masuknya daging sapi dari luar yang belum terbebas dari penyakit mulut dan kuku,” kata Musyafak.
Oleh karena itu, Musyafak berharap kapolres harus lebih memperketat wilayah perbatasan. Utamanya adalah di sepanjang garis sepadan yang terdapat 52 jalan setapak atau jalan tikus di perbatasan RI-Malaysia di Kalbar yang bisa menghubungkan 32 kampung di Malaysia.
“Semua itu disampaikan pada acara video conference dengan para kapolres jajaran Polda Kalbar,” kata Musyafak.
Masalah perbatasan, kata Musyafak, menjadi perhatian Presiden RI, Joko Widodo.
“Kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan Presiden. Memerintahkan jajaran untuk bersinergi dengan instansi lain yang ada kewenangan di perbatasan seperti Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan unsur TNI yang sedang menjaga perbatasan untuk sama-sama menjaga wilayah Indonesia dari pengaruh masuknya barang barang ilegal dari Malaysia,” ujarnya.
Musyafak berharap, warga masyarakat di wilayah perbatasan untuk sama-sama menjaga wilayah perbatasan agar tidak dimasuki barang-barang yang dapat merusak kesehatan masyarakat.
“Kita harus bangga dengan produk dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar,” kata Musyafak.***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








