Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pupuk Bersubsidi Langka Di Meranti
iPELITARIAU, Selatpanjang- Pupuk bersubsidi yang ada dalam wilayah Kab. Kepulaun Meranti mulai langka sehingga petani sulit merndapatkannya. Hal tersebut sudah diadukan petani kepada Wakil Bupati dan berharap agar ketersediaan pupuk bersubsidi terjamin.
Seperti yang disampaikan Solihin, masyarakat Kecamatan Tebing Tinggi Barat, belum lama ini, dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmy MSi, di Madrasah Sirojud Tholibin, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
"Kami para petani tanaman pangan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti sampai saat ini belum mendapatkan kemudahan dari Pemerintah Daerah untuk memperoleh pupuk bersubsidi," kata Solihin.
Akibat dari sulitnya mendapatkan pupuk subsidi itu, katanya, sudah barang tentu masyarakat petani tidak mampu meningkatkan produksi pertanian, sebagaimana target dalam mendukung program Pemerintah Daerah menuju swasembada pangan.
"Selama ini petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya mencekik leher. Itu bagi petani yang mampu beli pupuk, kalau yang tidak mampu membeli pupuk non subsidi, petani berinisiatif menggunakan pupuk kandang dari ternak, itupun jumlahnya tidak mencukupi," katanya.
Menanggapi keluhan petani itu, Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Jaka Insita, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan belum terpenuhinya kebutuhan pupuk subsidi untuk petani di daerah ini.
"Memang sejauh ini daerah kita belum mendapatkan kuota pupuk bersubsidi untuk petani tanaman pangan dari Pemerintah Provinsi Riau maupun pihak terkait lainnya. Penyebabnya karena data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) belum tersusun secara maksimal," ungkapnya.
Sesuai RDKK itu, jelasnya, ada empat sektor yang mestinya mendapat alokasi pupuk subsidi di Kepulauan Meranti. Khusus sektor tani tanaman pangan belum mendapatkan alokasi pupuk subsidi, padahal sektor ini sangat vital keperluanya.
"Karena baru sektor perkebunan yang sudah mendapatkan alokasi pupuk subsidi, maka sebagian petani tanaman pangan yang ada di Kepulauan Meranti terpaksa menggunakan pupuk subsidi dari sektor perkebunan itu," ujarnya. (kor. nto)
Editorial: Rio Ahmad
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri Up.









