• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2366 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2735 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5285 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya
  • Indragiri Hulu

Ini dia Tasbih Berusia 3,5 Abad untuk Berzikir Saat Ramadhan

Rio Ahmad

Rabu, 15 Juni 2016 17:24:08 WIB
Cetak
Ini dia Tasbih Berusia 3,5 Abad untuk Berzikir Saat Ramadhan
Tasbih sepanjang 40 meter berusia 352 tahun di Polewali Mandar sulawesi barat

PELITARIAU, Polewali Mandar - Tasbih berusia 352 tahun yang menjadi jejak sejarah peradaban Islam pertama di tanah Mandar, Sulawesi Barat, hingga kini masih terpelihara dengan baik.

Tasbih sepanjang 38 meter berisi 3.300 butir biji manjakani itu menjadi salah satu cagar budaya di Kabupaten Polewali Mandar.

Untuk menjaga kelestariannya, tasbih itu disimpan di Masjid Nurul Hidayah, Kecamatan Binuang, dan hanya digunakan sekali dalam setahun, yakni selama bulan Ramadhan.

Setiap hari, tasbih itu digunakan oleh jemaah untuk berzikir bersama, terutama seusai shalat subuh atau menjelang buka puasa.

Sambil duduk melingkar, para jemaah larut dalam bertabih sambil melafalkan kalimat puji-pujian kepada Allah SWT secara berulang-ulang hingga 3.300 kali atau sebanyak biji tasbih tersebut.

Tak hanya orang tua, anak-anak dan kalangan remaja pun turut berzikir bersama. Jemaah percaya bahwa cara ini akan menurunkan berkah dan keselamatan bagi warga kampung.

Tasbih ini dahulu digunakan warga untuk berbagai hajatan, seperti kahataman Al Quran, akikah, upacara kematian, khitanan, hingga acara Maulid Nabi.

Karena usia tasbih itu sudah sangat tua, peninggalan Abdul Kadir, ulama penyebar Islam pertama di Mandar pada zaman Kerajaan Binuang, maka agar kini hanya digunakan di saat bulan Ramadhan tiba.

Dalam sejarahnya, ulama Abdul Kadir dikenal sebagai sosok ulama kharismatik. Tasbih dari yang dibuatnya biji kayu manjakani dari Mekkah itu menjadi jejak peradaban Islam yang masih tersisa di tanah Mandar.

Abdul Kadir bersama sejumlah tokoh ulama lain dikenal seperti Imam Lapeo dan mengajarkan Islam hingga menjangkau Sulawesi Barat dan sekitarnya.

Menurut Muslimin, salah satu cucu keturunan Abdul Kadir, tasbih itu dibuat saat Abdul Kadir pertama kali menyebarkan islam di Kerajaan Binuang sekitar 352 tahun lalu.

"Dulu zaman Kerajaan Binuang masih berjaya, tasbih ini digunakan untuk beragam hajatan warga. Tapi kini dibatasi agar tasbih ini bisa bertahan lebih lama," ujar Muslimin, yang kini bertangggung jawab merawat dan memelihara tasbih tersebut.

Sepeninggal Abdul Kadir, tasbih itu dimiliki dan dirawat secara turun-temurun oleh anak dan cucunya hingga sampai ke tangan Muslimin.

Ketika Belanda menjajah Indonesia, tasbih itu pernah disembunyikan di dalam tanah karena warga takut diambil dan dimusnahkan Belanda.

Petugas balai sejarah dan benda purbakala sebenarnya sudah meminta Muslimin untuk menyerah tasbih tersebut agar bisa disimpan di museum purbakala sebagai salah satu kekayaan cagar budaya Islam di Mandar.

Namun, Muslimin menolak karena tasbih ini setiap tahun dimanfaatkan jemaah untuk menggelar berzikir.

Sayangnya, beberapa biji tasbih itu sebagian telah hilang dicuri orang. Siapa pencurinya dan untuk apa biji tasbih itu, tidak seorang pun tahu.

Agar jumlah bijinya tetap 3.300, sebagian biji tasbih diganti dengan biji dari kayu khusus yang ukurannya hampir mirip dengan manjakani.**(kompas.com)



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 2 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 3 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
  • 4 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 5 Peringati Hari Bhayangkara Ke -80, Polres Meranti Gelar Donor Darah Bersama Lintas Instansi
  • 6 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 7 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved