Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1121 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2787 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5342 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2444 Kali
Tulisan Baliho Ada Gambar Bupati Yopi "Jangan Kasih Ampun Untuk Penghianat" di Protes Masyarakat
Baliho Pemuda Pancasila yang ada diseputaran Bundaran Patin Inhu
PELITARIAU, Rengat - Kalimat yang terpajang "Jangan kasih ampun untuk penghianat organisasi kita" yang ada dalam baliho milik organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP) yang berlokasi di simpang empat tugu patin Kelurahan Pematangreba Kecamatan Rengatbarat Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau menuai protes.
Protes yang disampaikan masyarakat tersebut karena, kalimat dalam baliho selain berbahasa arogan, juga memasang foto Bupati Inhu Yopi Arianto SE yang menjabat sebagai kepala daerah di negeri melayu.
Negeri melayu masyarakatnya dikenal santun, agamis dan damai. Namun, kalimat penghianat tidak diberi ampun dalam baliho terpasang kokoh ditempat publik, dan tidak pantas dikaitkan dengan kepala daerah yang semustinya mengayomi, melindungi serta memaafkan bukan menebar dendam.
Demikian protes yang disampaikan pensiunan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhu, Ir Johansen Simanjuntak terhadap kalimat dalam baliho yang memasang foto Bupati Inhu H Yopi Arianto SE, dan juga foto anggota DPRD Inhu Irwantoni SE.
"Siapa yang dibilang penghianat itu ?, kalau dimaksudkan untuk anggota ormasnya mustinya ditindak secara internal, bukan di umbar-umbarkan kalimat dendam," kata Johansen Simanjuntak.
Menurut tokoh masyarakat batak Inhu ini, kalimat dendam atau sejenisnya tidak pantas dan tidak patut dipajang dilokasi publik. Sebab, tuhan saja maha mengampuni hambanya, apa yang mau didendamkan oleh seorang manusia yang diartikan dalam kalimat dalam baliho tersebut.
"Penghianat maksudnya apa?, atau dimaksud dengan penghianat adalah berarti anggota ormas yang bernamakan pemuda pancasila itu sendiri?, memangnya ormas pemuda pancasila adalah organisasi yang seram?," tanya Johansen Simanjuntak seraya mengatakan apa tujuan baliho itu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui, kapan baliho yang bertulisan Pemuda pancasila dengan kalimat "Jangan Kasih Ampun Untuk Penghianat Organisasi Kita" dalam baliho yang dipenuhi dengan latar loreng merah. Untuk pemilik baliho dan pengurus Ormas pemuda pancasila, belum bisa dikonfirmasi.*Sry.
Protes yang disampaikan masyarakat tersebut karena, kalimat dalam baliho selain berbahasa arogan, juga memasang foto Bupati Inhu Yopi Arianto SE yang menjabat sebagai kepala daerah di negeri melayu.
Negeri melayu masyarakatnya dikenal santun, agamis dan damai. Namun, kalimat penghianat tidak diberi ampun dalam baliho terpasang kokoh ditempat publik, dan tidak pantas dikaitkan dengan kepala daerah yang semustinya mengayomi, melindungi serta memaafkan bukan menebar dendam.
Demikian protes yang disampaikan pensiunan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhu, Ir Johansen Simanjuntak terhadap kalimat dalam baliho yang memasang foto Bupati Inhu H Yopi Arianto SE, dan juga foto anggota DPRD Inhu Irwantoni SE.
"Siapa yang dibilang penghianat itu ?, kalau dimaksudkan untuk anggota ormasnya mustinya ditindak secara internal, bukan di umbar-umbarkan kalimat dendam," kata Johansen Simanjuntak.
Menurut tokoh masyarakat batak Inhu ini, kalimat dendam atau sejenisnya tidak pantas dan tidak patut dipajang dilokasi publik. Sebab, tuhan saja maha mengampuni hambanya, apa yang mau didendamkan oleh seorang manusia yang diartikan dalam kalimat dalam baliho tersebut.
"Penghianat maksudnya apa?, atau dimaksud dengan penghianat adalah berarti anggota ormas yang bernamakan pemuda pancasila itu sendiri?, memangnya ormas pemuda pancasila adalah organisasi yang seram?," tanya Johansen Simanjuntak seraya mengatakan apa tujuan baliho itu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui, kapan baliho yang bertulisan Pemuda pancasila dengan kalimat "Jangan Kasih Ampun Untuk Penghianat Organisasi Kita" dalam baliho yang dipenuhi dengan latar loreng merah. Untuk pemilik baliho dan pengurus Ormas pemuda pancasila, belum bisa dikonfirmasi.*Sry.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti Agar Duduk kembali dan Jangan Dibiarkan Berlarut
PELITARIAU,Meranti - Berlarut larutnya dan belum ada kesepakatan persoalan perja.
Bupati Asmar Sambut Konsulat Malaysia Pekanbaru, Kepulauan Meranti Bidik Penguatan Kerja Sama Lintas Negara
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut k.
Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya da.
Meranti Perkuat Sinergi Dengan Samsat Untuk Dongkrak PAD Dari Pajak Kendaraan
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mencari terobo.
PT EMP Energi Gandewa Gelar Coffee Morning dan Ramah Tamah Bersama Insan Pers di Kecamatan Tapung Hulu
PELITARIAU, KAMPAR – PT EMP Energi Gandewa kembali menunjukkan kom.
Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu
PELITARIAU,Meranti - Komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam memberantas p.








