Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Munaslub Golkar Diwarnai Adu Jotos
PELITARIAU, Bali – Sidang Paripurna penyampaian pandangan seluruh DPD Partai Golkar diwarnai ketegangan. Suasana di ruang sidang sempat riuh dan teriakan bersahutan. Paripurna yang dipimpin Ketua Sidang Nurdin Halid itu bahkan hingga dua kali diketok untuk reses.
Pasalnya adalah memperdebatkan soal ormas Golkar yang memiliki hak suara pada pemilihan ketua umum nantinya. Sesuai dengan AD/ART Golkar, maka sebagaimana DPD dan organisasi sayap, ormas pendiri Golkar juga memiliki hak suara. Selain itu, ormas juga memiliki hak mengajukan wakilnya sebagai salah satu pimpinan Munaslub.
Selama ini, ormas Kosgoro 1957 memiliki dua kepengurusa yaitu yang dipimpin Agung Laksono dan Aziz Syamsuddin. Sementara untuk SOKSI juga dua kepengurusan yang dipimpin oleh Ade Komarudin dan Ali Wongso.
Awalnya, Komite Adhoc melalui verifikasi mengatakan bahwa yang diputuskan memiliki suara adalah Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono dan SOKSI pimpinan Ade Komarudin. Namun laporan Theo itu kemudian dihujani protes dan interupsi antarkubu yang berbeda.
Pada sela reses, Satgas AMPG yang berafiliasi dengan Golkar bahkan langsung bersiaga dan memagari panggung tempat duduk pimpinan sidang.
Setelah reses kedua, pimpinan sidang berembuk dengan para pimpinan ormas menurut versinya masing-masing itu dan dari pembicaraan disepakati bahwa Kosogoro 1957 maupun SOKSI manapun tidak akan memilih perwakilannya di pimpinan sidang.
"Maka Kosgoro memutuskan tidak memilih pimpinan Munas begitu juga dengan SOKSI," kata Nurdin Halid di Nusa Dua Hall, BNDCC, Bali, Minggu 15 Mei 2016 sebagaimana diberitakan viva.co.id.
Namun saat forum menyerukan setuju, dari salah satu barisan tempat duduk tiba-tiba terjadi adu jotos antara dua peserta Paripurna. Segera Satgas AMPG diserukan untuk mengamankan dan sejumlah kader menyanyikan mars Golkar untuk menetralkan suasana. Dua orang kader yang terlibat perkelahian kemudian digiring satgas ke luar ruangan.
"Saya sebagai pemimpin siang meminta tanda peserta maupun tanda peninjau yang berkelahi tadi dicabut. Kita mempertontonkan sesuatu yang memalukan," kata Nurdin. Hal tersebut lalu disetujui forum dan sidang dilanjutkan kembali.**
DPRD Riau Turun ke Warga: Ginda Burnama Sosialisasikan Ranperda RT RW di Marpoyan Damai
PELITARIAU, PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama ST MT, mengg.
Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan
PELITARIAU, Pekanbaru - Anggota DPRD kota Pekanbaru, Mona Sri Wahyuni SE, AK men.
Polres Pelalawan Gerebek Rumah Kontrakan di Rawang Sari, 28 Paket Sabu Disita
PELITARIAU, Pelalawan - Sat Resnarkoba Polres Pelalawan kembali menggagalkan per.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Gelar Berbuka Puasa Bersama Dan Santuni Puluhan Anak Yatim
PELITARIAU Pekanbaru - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Riau .
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto: Konferda Momentum Untuk Memperkuat Akar Rumput Partai dan Kader
PELITARIAU, Pekanbaru – Sabtu (22/11/2025) bertempat di Hotel Labersa Se.
Drs H Asra Faber MM: Orang Baik Harus Paham Politik Jika Tidak, Penjahat yang Kendalikan
PELITARIAU, Sumbar - Orang baik, harus paham mengenai politik. Jika tidak,.








