Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2746 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5301 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Rincian Kegiatan Kepala BRG Dalam Aksi Restorasi Gambut Di Sungai Tohor
Saat mencicipi makan khas Kabupaten Kepulauan Meranti
PELITARIAU, Meranti- Secara rinci, dalam kegiatan Aksi Restorasi Gambut juga dikemas dengan kegiatan penandatanganan Komitmen Bersama Aksi Restorasi Gambut oleh Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Fuad dan Plt Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman.
Serta, pembacaan Deklarasi berdirinya Laboratorium Internasional Restorasi Gambut Tropis Kabupat Kepulauan Meranti, dan penyerahan secara Simbolis dimulainya Program Restorasi Gambut Melalui Eksperimen Restorasi Gambut Membangun Model Etalase oleh Kepala BRG RI kepada Kepala Desa Sungai Tohor Efendi.
Selain itu Ka BRG RI Nazir Fuad juga melakukan penyerahan pembangunan 20 sekat kanal, peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jokowi, peninjauan Bangsal Sagu, meninjau Kebun Sagu rakyat, serta melakukan penanaman bibit Sagu dan Pohon Hutan Rawa secara simbolis dalam upaya pelestarian.
Pada kesempatan itu juga, Ka BRG RI dan rombongan juga membuka dialog dengan masyarakat setempat dengan tema pulihkan gambut negeri untuk mendengarkan langsung berbagai masalah lahan Gambut yang dihadapi Kabupaten Kepulauan Meranti.
Adapun yang menjadi aspirasi masyarakat seperti diutarakan Camat Rangsang Mulyadi yang meminta bantuan dana APBD Riau dan APBN untuk memecah ombak untuk mengantisipasi abrasi, minimal 500 M pertahun.
Selain itu juga, dalam pembangunan sekat kanal, aktifis lingkungan Abdul Manan meminta BRG mengharamkan tanaman sawit dan akasia dilahan gambut yang dinilai penyebab bencana asap, pembinaan pengelolaan sagu dan lainnya.
Sekedar informasi adapun Objek Gambut yang akan direstorasi diwilayah Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur seluas 10300 Ha, untuk tahap awal restorasi, dilokasi tersebut akan dilakukan pembibitan anak pohon kayu alam lokal dan Sagu, membangun Skat Kanal.
Sementara Aras Mulyadi dari pihak akademisi menegaskan, lahan gambut harus terus dilestarikan karena dapat menyimpan air, kaya aneka ragam hayati, pengetahuan dan kearifan lokal, sumber penghidupan masyarakat. Kebakaran hutan adalah akibat pemanfaatan rawa gambut yang tidak bertanggung jawab, dan UNRI bertanggung jawab membantu mengkaji untuk mencari solusi terbaik penggunaan ekosistm rawa gambut.
"Universitas akan bersungguh-sungguh melakukan pengkajian dan menjadikan wilayah Meranti sebagai Center Of Exelent," terangnya.***
BERITA LAINNYA +INDEKS
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.








