Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tertangkap Tangan KPK, Pejabat Harus Mundur
PELITARIAU, Jawa Barat– Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyatakan siap mundur apabila dirinya terjerat kasus korupsi atau kasus narkoba. Hal itu dia nyatakan untuk memberi contoh kepada seluruh kepala daerah yang berada dalam naungan Kementerian Dalam Negeri.
"Saya sendiri misal, saya lagi apes kena suap ya langsung berhenti. Makanya Bupati yang tertangkap tangan OTT suap, tanpa menunggu terdakwa ya mohon maaf (diberhentikan)," ujar Tjahjo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 13 April 2016 kemarin sebagaimana diberitakan viva.co.id..
"Kalau dia tersangka, terdakwa ya kita bantu secara hukum, tunggu proses hukumnya sampai berkekuatan tetap. Tapi kalau OTT ya mohon maaf," katanya menegaskan.
Karena itu, Tjahjo mendorong kepala daerah yang tertangkap tangan tersangkut korupsi atau narkoba agar mundur dari jabatannya, demi nama baik institusi dan daerah.
"Kalau yang pejabat daerah syukur dia punya nurani. Saya bersalah demi menjaga nama baik daerah, nama baik institusi, lebih baik mundur," kata dia.
Jika tidak mundur, Tjahjo menegaskan akan mencopot kepala daerah tersebut.
"Kalau tidak ya terpaksa ya pemimpinnya yang harus memberhentikan. Saya sebagai Mendagri, atasannya ya harus saya berhentikan," tegas politisi senior PDIP tersebut.
Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan akan mencopot Bupati Subang Ojang Suhandi usai terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu 10 April 2016, karena korupsi dana BPJS Kesehatan.
Menurut Tjahjo jika dugaan kasus korupsi biasa dirinya masih bisa mengedepankan azas praduga tak bersalah. Karenanya harus menunggu putusan pengadilan.
Akan tetapi berbeda dengan OTT yang sudah didapatkan buktinya, sehingga bisa dipastikan bersalah. Maka kata Tjahjo, kepala daerah yang demikian sudah pasti akan dia copot dari jabatannya.
"Mencermati dinamika yang ada dan semakin terbuka. Dimana parpol juga langsung pecat kader yang tertangkap tangan, saya akan buat kebijakan yang sama. Saya berhentikan."jelasnya.**
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








