Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1118 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2782 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5340 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2443 Kali
Butuh Biaya Operasi Anus
Matirasa Anus Buatan Dipinggang Yudi, Bisakah Yudi Melanjutkan Sekolah SMA?
Ijazah paket B setera dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada tahun 2015 milik Yudi
PELITARIAU, Rengat - Meskipun lahir cacat tanpa anus, Yudi Haryanto (17) anak laki laki dari pasangan bapak Hendri Duncan dan ibu Nur'aini warga desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri hulu (Inhu), masih tetap semangat ingin kembali bersekolah.
Untuk melakukan oprasi pembuatan lobang anus, keluarga orang tua Yudi tidak memiliki biaya lebih. Agar Yudi sehat normal seperti anak kebanyakan perlu dilakukan operasi lanjutan pembuatan anus baru sebab, selang pembuang kotoran yang di pasang di pinggangnya sudah bocor sehingga kotoran keluar tanpa terasa olehnya.
Ditemui pelitariau.com Kamis (7/4/2016), Yudi mengatakan bahwa dirinya baru lulus sekolah paket B setera dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada tahun 2015 lalu, dan ia ingin melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.
Tak banyak yang bisa di buat Yudi, dengan anus buatan saat ini dia mengaku mati rasa pada organ vital anus buatan di pinggangnya itu, diapun tidak bisa mengendalikan ketika ingin buang kotoran, itulah alasan mengapa Yudi enggan ikut bersekolah seperti teman-teman sebayanya.
"Yudi ingin sekali sekolah om, tetapi tunggu sampai lubang selang kotorannya nggak bocor lagi. Yudi malu, meskipun sudah sumbat dan diikat pakai kain, tetap saja basah, kotoranya mengalir keluar," tutur Yudi sembari menunjukkan Ijazah paket B nya.
Sampai saat berita ini diterbitkan, pihak tekait maupun dinas kesehatan dan dinas sosial, belum dapat dikonfirmasi mengenai hal ini. Walaupun ada perobatan sistim iuran yang dibuat pemeritah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan tidak diketahui mengapa program BPJS itu enggan digunakan keluarga Yudi ini.*sry.
Untuk melakukan oprasi pembuatan lobang anus, keluarga orang tua Yudi tidak memiliki biaya lebih. Agar Yudi sehat normal seperti anak kebanyakan perlu dilakukan operasi lanjutan pembuatan anus baru sebab, selang pembuang kotoran yang di pasang di pinggangnya sudah bocor sehingga kotoran keluar tanpa terasa olehnya.
Ditemui pelitariau.com Kamis (7/4/2016), Yudi mengatakan bahwa dirinya baru lulus sekolah paket B setera dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada tahun 2015 lalu, dan ia ingin melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.
Tak banyak yang bisa di buat Yudi, dengan anus buatan saat ini dia mengaku mati rasa pada organ vital anus buatan di pinggangnya itu, diapun tidak bisa mengendalikan ketika ingin buang kotoran, itulah alasan mengapa Yudi enggan ikut bersekolah seperti teman-teman sebayanya.
"Yudi ingin sekali sekolah om, tetapi tunggu sampai lubang selang kotorannya nggak bocor lagi. Yudi malu, meskipun sudah sumbat dan diikat pakai kain, tetap saja basah, kotoranya mengalir keluar," tutur Yudi sembari menunjukkan Ijazah paket B nya.
Sampai saat berita ini diterbitkan, pihak tekait maupun dinas kesehatan dan dinas sosial, belum dapat dikonfirmasi mengenai hal ini. Walaupun ada perobatan sistim iuran yang dibuat pemeritah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan tidak diketahui mengapa program BPJS itu enggan digunakan keluarga Yudi ini.*sry.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.








