• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2367 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2735 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5285 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya
  • Indragiri Hulu

Kelenteng Boen Bio Jadi Simbol Perlawanan Tionghoa Surabaya

Rio Ahmad

Selasa, 02 Februari 2016 04:28:07 WIB
Cetak
Kelenteng Boen Bio Jadi Simbol Perlawanan Tionghoa Surabaya
Kelenteng Boen Bio

PELITARIAU, Surabaya - Kelenteng Boen Bio yang terletak di Jalan Kapasan, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, merupakan salah satu kelenteng tertua di Surabaya. Sebagai kelenteng yang sangat tua, bangunan yang didirikan pada tahun 1883 silam ini, ternyata memiliki sejarah perjuangan masyarakat Tionghoa Surabaya melawan Kolonial Belanda.

Humas Kelenteng Boen Bio, Liem Tiong Yang, mengatakan, saat itu pemerintah Kolonial Belanda melakukan monopoli dagang di Surabaya. Tepatnya, monopoli dagang itu dilakukan pemerintah melalui Holland Vereniging Amsterdam (HVA).

“Itu semacam lembaga dagangnya pemerintah kolonial yang ada di Indonesia. Kalau di Surabaya itu kantornya yang ada di dekat Jalan Rajawali, yang sekarang gedungnya digunakan oleh PTPN,” kata Liem, di Surabaya, Senin 1 Febuari 2016 kepada VIVA.co.id.

Sikap monopoli itu kemudian mendapatkan respons dari para pedagang Tionghoa yang ada di Surabaya. Mereka kemudian melakukan perlawanan atas kebijakan tersebut.

“Tapi bentuk perlawanannya tidak anarkis, melainkan dengan memilih jalur damai. Caranya, dengan tidak melakukan aktivitas perdagangan sama sekali, atau menutup semua toko milik mereka,” terang Liem.

Aksi pemboikotan perdagangan itu membuat roda perekonomian di Surabaya saat itu menjadi lumpuh. Hal itu tentu saja membuat pemerintah Kolonial Belanda menjadi khawatir.

Pemerintah kemudian berusaha menyelesaikan masalah itu melalui jalur hukum. Sehingga, digelarlah sidang terkait masalah itu. Dalam sidang itu, pengadilan kemudian memenangkan para pedagang Tionghoa.

Karena kalah dalam persidangan, maka pihak HVA diminta oleh pengadilan membayar denda kepada para pedagang Tionghoa. “Saya lupa berapa jumlah dendanya, tapi yang pasti ada sekian ratus gulden,” terang Liem.

Uang hasil denda itu kemudian mereka gunakan untuk membangun kelenteng Boen Bio. “Jadi selain digunakan untuk tempat ibadah umat Konghucu, kelenteng ini didirikan juga sebagai sebuah monumen, atau prasasti bahwa pernah ada perlawanan terhadap kesewenang-wenangan Belanda,” tegas Liem.

Liem melanjutkan, awalnya kelenteng itu terletak di belakang Jalan Kapasan. Namun, karena alasan tertentu, dan kebutuhan akan renovasi, bangunan itu kemudian dipindahkan ke depan pada tahun 1906.

“Tapi sejak tahun 1906 sama sekali tidak ada yang diubah dari bangunan ini, dengan kata lain masih asli. Hanya halaman depan saja yang terpotong karena pelebaran jalan, walaupun luasnya masih 1.000 meter persegi,” urai Liem.

Meski telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemkot Surabaya, namun Liem merasa tidak banyak bantuan yang diterima terkait dengan pengelolaan, maupun perawatan bangunan kelenteng itu.

Bantuan itu hanya berupa peringanan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB), yang hanya dihitung berdasarkan panjang bangunan itu sejajar dengan jalan di depannya, yaitu sepanjang 18 meter, dan bukan berdasarkan luas keseluruhan yang mencapai 1.000 meter persegi.

Liem berharap, ke depannya pemerintah lebih memiliki kepedulian terhadap bangunan cagar budaya. Sebab, menurutnya berbagai bangunan cagar budaya memiliki nilai sejarah yang tidak boleh dihilangkan begitu saja.

“Ada banyak nilai-nilai kepahlawanan, perlawanan, dan perjuangan nasionalisme di mana anak cucu kita wajib mengetahuinya. Kalau tidak dirawat, maka kita akan menjadi bangsa yang kehilangan identitas sejarahnya,” harap Liem.**



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 2 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 3 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 4 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
  • 5 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 6 Peringati Hari Bhayangkara Ke -80, Polres Meranti Gelar Donor Darah Bersama Lintas Instansi
  • 7 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved