Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Harga Anjlok, Pengusaha Minta Pungutan Ekspor Sawit Turun
PELITARIAU, Jakarta - Masih belum stabilnya kondisi perekonomian dunia, ternyata membuat semakin anjloknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global. Hal ini yang kemudian dikeluhkan oleh pengusaha industri sawit nasional.
Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan terkait hal itu pihaknya telah bertemu dengan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) beberapa waktu lalu. Menurutnya, GIMNI meminta pemerintah untuk menurunkan besaran pungutan ekspor CPO yang selama ini dilakukan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Sawit.
"Ada yang minta, dalam keadaan lagi turun (harga minyak sawit dunia). Itu ditinjau yang dipungut itu, mungkin bisa dikurangi. Mungkin untuk sektor hulunya," ujar ?Saleh, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.
Meski telah diminta untuk menurunkan besaran pungutan CPO? tersebut, tetapi Saleh tidak mengungkapkan besaran ?penurunan pungutan yang diminta oleh para pelaku industri tersebut.
?Saleh melanjutkan, ?selain soal penurunan besaran pungutan CPO, pelaku industri kelapa sawit juga meminta pemerintah menghilangkan pungutan ekspor cangkang sawit (palm kernel shells).
Karena, kata Saleh, pengusaha mengeluhkan selama ini cangkang sawit tersebut dianggap sebagai limbah.
"Misalnya buangan limbah (cangkang sawit) itu tidak perlu dikenakan biaya atau dipungut. Jadi, limbah itu kan bisa diolah, diekspor. Itu tidak dipungut," kata dia.
Selain itu, saat ditanya soal program mandatori pencampuran CPO sebesar 20 persen dalam biodiesel (B20), Saleh mengaku, program tersebut akan dijalankan pada tahun ini meski program B15 sebelumnya belum berjalan dengan maksimal.
Dalam hal ini, industri otomotif yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah mendukung berjalannya program mandatori ini dengan menyesuaikan sistem mesin kendaraan, khususnya kendaraan berat seperti truk.
"B20 tetap jalan. Kami bicara dengan Gaikindo itu bisa dan layak digunakan. Tapi, pengguna-pengguna mungkin takut mengganggu kendaraan besar, tapi produsen tidak masalah," ujarnya.(viva)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








