Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sukma Srikandi Pertama Pimpinan KY, Siap Tindak Hakim-hakim Nakal
PELITARIAU, Jakarta - Setelah sebelumnya dijabat kaum Adam, kini Komisi Yudisial (KY) punya srikandi di jajaran pimpinan. Dia adalah Sukma Violetta komisioner KY periode 2015-2020. Sebagai srikandi pertama komisioner KY, Sukma berjanji tidak akan segan-segan menindak hakim nakal.
Sebelum berkarier di KY, Sukma adalah anggota Komisi Kejaksaan dan juga ketua tim reformasi kejaksaan. Berbekal pengalaman itulah Sukma kini maju sebagai pimpinan KY yang bertugas untuk menjaga marwah dan martabat hakim.
"Meski saya wanita, saya merasa tidak ada yang berbeda. Bagi saya gender bukan masalah. Dulu saya di kejaksaan banyak sekali jaksa laki-laki, tapi kinerja saya di sana? anda bisa menilai sendiri," ucap Sukma usai acara pisah sambut komisioner KY, di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta, Jumat (18/1/2015).
Sukma mengatakan, karena dirinya baru menjabat sebagai pimpinan KY, dia akan mempelajari SOP penanganan kasus di KY. Sukma juga tidak sungkan-sungkan untuk menimba ilmu dari para komisioner KY jilid I dan jilid II untuk membuat kinerjanya semakin maksimal.
Lanjut, dia menjelaskan, KY akan merekrut para investigator untuk membantu kinerja para pimpinan. Para investigator itu akan menyelidiki laporan masyarakat yang melaporkan hakim ke KY.
"Termasuk invetigator-investigator, kita juga akan bisa mengenai bagaimana melatih mereka menjadi investigator," ucapnya,
Sukma juga menyoroti kasus hakim-hakim di daerah yang kerap melakukan pelanggaran asusila. Menurut Sukma, seharusnya pelanggaran asusila tidak perlu terjadi di tingkat hakim, karena hakim adalah 'wakil tuhan'.
"Saya juga bingung, mengapa ada hakim selingkuh seperti itu, harusnya kalau dia sudah menjadi yang mulia tidak perlu ada kesalahan seperti itu. Pendidikan mereka itu tinggi. Tapi kita juga tidak hanya bicara sanksi, melainkan bagaimana mencegah agar kasus selingkuh ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.(detik)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








