Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
LP Madura Dijaga Ribuan Buaya, Buwas Minta Warga Tak Takut
PELITARIAU, Jakarta - Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) berencana membuat lapas khusus bagi bandar narkoba dengan penjagaan buaya. Rencana penjara itu akan dibuat di daerah Madura, Buwas meminta warga tak perlu takut.
"Pemahamannya itu Madura. Padahal itu dari Madura masih sepuluh jam. Dan itu lokasinya di laut lepas. Dikiranya di pulau Madura," ungkap Buwas usai rakor di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Rabu (2/12/2015).
Menurut Buwas, penjara khusus itu akan ditempatkan di gugusan Kepulauan Kangean. Alasannya karena di sana sarana dan prasarananya sudah ada dan hanya tinggal melengkapi fasilitas dan akomodasi lainnya.
"Di pulau itu sarana prasarana awal sudah ada. Lapas itu sekarang enggak digunakan. Manfaatkan lapas yang sudah ada, tinggal benerin. Terus itu laut lepas. Jadi lebih efektif pengamanan dan penjagaan," terang Buwas.
Menurut jenderal bintang 3 ini, BNN terus berkoordinasi dengan Kemenkumham mengenai penjara khusus tersebut. Meski masih akan dievaluasi, wacana itu disebutnya akan segera direalisasikan.
"Kita realisasikan segera. Tergantung mana yang disetujui nanti oleh Menkum HAM tempat yang akan digunakan para terpidana yang sudah inkracht, hukuman berat dan seumur hidup, itu akan kita bisa tempatkan," tutur Buwas.
"Segera mungkin. Ini kan soal alokasi, bagaimana prasarananya, anggarannya, dari tempat itu yg digunakan. Akan dicek bersama-sama," lanjut mantan kabareskrim itu.
Meski demikian, BNN masih harus menunggu adanya anggaran untuk program penjara khusus. Buwas menyebut program tersebut belum masuk pada anggaran tahun ini.
"Anggaran ini tidak terelokasi untuk program sekarang. Ini program yang baru, yang pemisahan. Mendorongnya kan perlu biaya. Perlu dukungan akomodasi," tutup Buwas. (detik)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








