Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1089 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2738 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5288 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2427 Kali
Gizi Buruk, Dua Bocah Panipahan Mengalami Perut Buncit
terlihat bocah ini mengalami gizi buruk
PELITARIAU, Bagansiapiapi- Akibat dari kurang tanggapnya pihak dari Dinas Kesehatan,Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Rohil. Dua orang anak ditemukan mengalami Gizi buruk dengan kondisi perut membuncit yang sudah sangat memprihatinkan.
Dua orang anak yang mengalami Gizi buruk tersebut bernama Laila usia 9 tahun, dengan berat badan hanya 16 ,1 kg sedangkan adiknya bernama Lasmini umur 5 tahun hanya memiliki berat badan sekitar 11,4 kg keduanya adalah warga Desa Teluk Pulai,RT 02 Rw 10 Dusun 5.
Orang tua Laila dan Lasmini yang bernama Atan Kuncung (30) pekerjaan sehari-harinya hanya seorang buruh nelayan yag memiliki penghasilan tidak menentu. Bahkan Atan Kuncung mengaku pendapatan sehari-harinya pun tidak cukup untuk biaya makan.
Atan Kuncung yang saat itu didampingi oleh istrinya yang bernama Misnah (35) juga menjelaskan, dengan keterbatasan biaya untuk merawat kedua anaknya yang mengalami gizi buruk, mereka memilih kedua anaknya hanya dirawat dirumah tanpa ada pemberian vitamin dan makanan yang bergizi karena tidak memiliki biaya untuk memenuhi asupan gizi kedua buah hatinya.
Bahkan yang lebih miris lagi, sesuai dengan pengakuan Atan Kuncung dan istrinya, kedua anaknya tersebut sudah pernah dibawa ke Puskesmas Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas agar mendapat perawatan. Namun sangat disayangkan pihak Puskesmas hanya mengatakan kepada kedua orang tua Laila dan Lasmini agar kedua anaknya segera dibawa ke RSUD Pratomo Bagansiapiapi untuk mendapatkan perawatan intensif. Kendati demikian pihak puskesmas tidak memberikan surat sebagai bahan rujukan.
"Sudah pernah kita bawak ke Puskesmas, namun pihak puskesmas tidak ada yang memberikan surat rujukan pak, kita hanya orang kecil yang tidak berpendidikan dan tidak tahu apa-apa. Jadi kedua anak kami bawak pulang kerumah agar dirawat dirumah saja,'' ujar Atan Kuncung saat di temui media Pelitariau.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Teluk Pulai Sutarno merasa kecolongan dengan ditemukannya dua anak yang mengalami gizi buruk yang berada di wilayahnya. Bahkan Sutarno menyebut ini merupakan keteledoran yang tidak bisa dibiarkan.
"Saya merasa kecolongan dengan kejadian ini. Saya baru mengetahui hari ini kalau di Desa saya ada bocah yang kurang gizi,'' ujar Sutarno***Jr
BERITA LAINNYA +INDEKS
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








