Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Walau Air Bercampur Oli, Masyarakat Tetap Mencuci dan Mandi Gunakan Air Kuantan
PELITARIAU, Telukkuantan- Keberadaan Sungai Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau sangat tidak layak untuk mandi, mencuci pakaian dan minum. Sebab, kondisi air sungai tidak hanya keruh, melainkan bercampur oli yang berasal dari mesin dompeng aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Kendati demikian, masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Kuantan tetap menggunakannya sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian.
"Mau bagaimana lagi, sumber air tidak ada. Semua sumur mengalami kekeringan," ujar Rani (32), salah seorang ibu rumah tangga di Kuansing kepada wartawan, Rabu (14/10) sore, mengemukakan alasan mandi di Kuantan.
Dikatakannya, musim kemarau sudah berlangsung sejak empat bulan lalu. Hal ini mengakibatkan habisnya sumber air bersih di sumur-sumur masyarakat.
"Caranya, kita harus membuat gelombang besar agar oli bisa hanyut. Kalau air keruh, tak masalah, olinya yang gawat, kadang nempel di badan," tutur Rani yang mengetahui Sungai Kuantan tercemar.
Secara terpisah, Munir (45) juga menyatakan hal yang sama. Dimana, ia tetap memanfaatkan Sungai Kuantan untuk mendapatkan air.
Menurutnya, keberadaan dompeng sangat menyengsarakan masyarakat dan hanya sekelompok orang yang mendapatkan keuntungan.
"Bagi kita, Kuantan ini tak ubahnya seperi ibu bapak, tempat kita mengadu. Kini, sungai yang kita eluk-elukkan sudah hancur dirusak tangan-tangan tak bertanggungjawab," kata Munir.
Dari pantauan pelitariau.com, warga yang mandi berada di lubang bekas galian dompeng. Kedalamannya mencapai 10 hingga 15 meter. Kondisi air sungai yang surut menampakkan tumpukan pasir yang diakibatkan PETI.***Mw
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








