Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1089 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2738 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5288 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2428 Kali
Kendalikan Laju Inflasi, Pj Bupati Gelar Rakor Bersama BPS dan Perbankan
Turut hadir Asisten II Sekdakab. Merant Ir. Anwar Zainal, Deputy BPS RI Bidang Distribusi Barang dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo, Perwakilan Direktur BI, Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsyad, Kepala Badan/Dinas/Bagian Pemkab. Kabupaten Kepulauan Meranti,
PELITARIAU, Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Pj. Bupati H. Edy Kusdarwanto bersama jajajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan BPS Pusat, pihak Perbankan dan lainnya, Rakor yang bertujuan untuk mengendalikan angka Inflasi Kabupaten Meranti dipusatkan di Aula Kantor Bupati Meranti, Selasa (11/8).
Inflasi merupakan penurunan nilai mata uang yang disebabkan proses peningkatan harga secara umum dan terus menerus mulai dari konsumsi masyarakat yang meningkat, kelebihan likuidasi, termasuk juga akibat ketidak lancaran distribusi barang.
Pemkab. Kepulauan Meranti menyadari jika inflasi dibiarkan akan memperlambat akselerasi pertumbuhan pembangunan perekonomian untuk itu Pj. Bupati berharap jajaran Pemkab. Kepulauan Meranti khususnya dinas terkait dapat menjaga stabilitas harga komoditi, serta kelancaran distribusi barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Riau, Bulan Agustus 2013 Inflasi di Provinsi Riau mengalami kenaikan 7.4 persen, inflasi disebabkan oleh kenaikan harga BBM yang memicu kenaikan sektor konsumsi lainnya. Di Meranti sendiri tingkat inflasi tahun 2011 mencapai 15.93 persen, kenaikan ini disumbangkan oleh kelompok komoditas bahan makanan dan bahan makanan jadi, selain juga kenaikan BBM dan tarif angkutan.
Tingginya inflasi di Meranti tidak terlepas dari akses pasar serta letak kondisi geografis yang berpulau memicu melambungnya harga komoditi konsumsi masyarakat. Sementara di Triwulan ke-IV tahun 2014 inflasi di Kabupaten Meranti turun menjadi 9.42 persen dengan penyumbang inflasi tertinggi berasal dari air, listrik, gas dan BBM, diikuti makanan jadi, rokok, rekreasi, pendidikan, kesehatan, minuman serta olahraga.
Tingginya inflasi di Meranti tidak terlepas dari akses pasar serta letak kondisi geografis yang berpulau memicu melambungnya harga komoditi konsumsi masyarakat. Sementara di Triwulan ke-IV tahun 2014 inflasi di Kabupaten Meranti turun menjadi 9.42 persen dengan penyumbang inflasi tertinggi berasal dari air, listrik, gas dan BBM, diikuti makanan jadi, rokok, rekreasi, pendidikan, kesehatan, minuman serta olahraga.
Deputy BPS RI Sasmito Hadi Wibowo dalam pemaparannya terkait pemantauan inflasi agar seimbang dan dapat dikendalikan. Menurutnya perlu memperhatikan komoditas yang sering membuat masalah, khusus di Meranti sendiri seperti BBM, Tarif Listrik, dan kebijakan Pemerintah dalam bidang Restribusi.
Dan yang tak kalah penting harga beras dan BBM yang menjadi lokomotif inflasi di Indonesia, serta barang bergejolak dimana harganya naik turun secara tajam seperti cabe merah, bawang, perhiasan dan lainnya, termasuk juga kebijakan Moneter dari Bank Indonesia.
Dan yang tak kalah penting harga beras dan BBM yang menjadi lokomotif inflasi di Indonesia, serta barang bergejolak dimana harganya naik turun secara tajam seperti cabe merah, bawang, perhiasan dan lainnya, termasuk juga kebijakan Moneter dari Bank Indonesia.
Dari kaca matanya, Sasmito menilai inflasi di Meranti sangat dipengaruhi situasi ekonomi di Kepulauan Riau dan negara tetangga Malaysia. Seperti ekspor dan impor bahan makanan dan itu dibuktikan 50 persen pengeluaran masyarakat Meranti disektor kuliner seperti mie sagu, kopi dan lainnya. "Masyarakat di Meranti sangat senang duduk di kedai kopi," ujarnya.
Sementara Kepala Bank Indonesia Pekanbaru yang diwakili Ahmad Subarka Asisten Direktur Ekonomi Keuangan dan Moneter, sesuai intruksi Presiden RI Jokowi meminta dilakukannya koordnasi kebijakan dari pemerintah daerah untuk stabilisasi harga sehingga inflasi tahun 2015 dapat ditekan menjadi 3.5 persen.
Agar dampak negatif inflasi tidak berpengaruh buruk pada tingkat kemakmuran masyarakat, Pj. Bupati H. Edy Kusdarwanto meminta SKPD terkait melakukan langkah-langkah pengendalian selain itu juga diperlukan dukungan dari pihak Perbankan, dalam menunjang tingkat ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit usaha dan lainnya.***dni.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








