Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1089 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2738 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5288 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2427 Kali
Jantung Bocor, Balita Ini Butuh Uluran Tangan
Butuh Uluran Tangan Balita Umur 8 Bulan di Meranti Ini Menderita Jantung Bocor
PELITARIAU, Meranti - Balita yang masih berumur delapan bulan menderita penyakit jantung bocor semenjak beberapa bulan yang lalu, penyakit yang diderita balita malang ini dari umur empat bulan lebih kurang setelah dilahirkan oleh kedua orang tuanya.
Dari keterangan yang diberikan oleh keluarganya atau ibu dari balita malang itu, yang diketahui namanya tresebut adalah Muhammad Faqih (8,bulan) putra dari pasangan Misrun (36) dan Nur Komaria (30) warga Jalan Jalan Sungai Niur RT40/RW05 Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Muhammad Faqih balita yang mengalami penyakit kebocoran jantung sejak 4 bulan yang lalu ini, sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan dari lapisan semua pihak, seperti Pejabat ataupun Wakil Rakyat yang ada di Kepulauan Meranti ini agar dapat meringkan segala beban adik kecil yang bernasib malang itu.
Uluran tangan para dermawan, sangat menentukan nasib kemsembuhan dari bali malang ini sangat menentukan, oleh sebab itu bagi yang ingin membatu dapat menghubungi lansung pihak keluarga dari balita yang bernasib malang ini.
Menurut orang tua Faqih, anak ketiganya ini menderita penyakit tersebut (jantung bocor, red) sejak umurnya masih 4 bulan. Ia juga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru selama lebih kurang 2 hari, dan mendapat surat rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit Harapan Kita Ibu Kota Jakarta.
Namun dikarenakan keterbatasan biaya, M Faqih tidak berhasil dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita, melainkan Ia dibawa pulang kembali ke kampung halamana oleh kedua orang tuan Faqih dan dirawat di rumah dengan seadanya.
Namun dikarenakan keterbatasan biaya, M Faqih tidak berhasil dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita, melainkan Ia dibawa pulang kembali ke kampung halamana oleh kedua orang tuan Faqih dan dirawat di rumah dengan seadanya.
"Saya hanya bekerja sebagai buruh gerobak bang, penghasilan kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Saya pun bingung harus mengadu kepada siapa, dan kemana mau mencari dana untuk biaya pengobatan putra saya," ungkap Misruhim ketika ditemui wartawan, Kamis (6/8/2015) sore.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









