Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Warga Desa Lambang Sari I, II, dan III, Resah, ODGJ Rusak Ketentraman Desa
PELITARIAU, Inhu - Kehadiran sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Lirik, khususnya di wilayah Desa Lambang Sari I, II, dan III, menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat. Warga mengeluhkan tindakan ODGJ yang mulai mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
Salah seorang warga, Hj Rosmawati, menyampaikan keluhannya kepada media. Ia mengatakan bahwa para ODGJ tersebut kerap mengambil pakaian dari jemuran warga, mencuri peralatan dapur, dan bahkan membuat bakaran api sembarangan yang sangat membahayakan rumah-rumah di sekitarnya. "Kami khawatir api yang dinyalakan itu menjalar ke rumah warga. Ini sangat meresahkan," ujarnya.
Tak hanya itu, Hj Rosmawati juga mengungkapkan perilaku tidak senonoh salah satu ODGJ yang pernah melakukan onani di tengah pasar. Kejadian tersebut tidak hanya membuat malu warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap anak-anak dan perempuan yang sering melintas di area publik tersebut. "Kami malu melihatnya, dan ini sudah sangat mengganggu moral masyarakat," tegasnya.
Masyarakat meminta pemerintah desa dan instansi terkait untuk segera turun tangan menangani permasalahan ini. Warga khawatir jika tidak segera ditindaklanjuti, akan muncul korban di kemudian hari, terutama anak-anak, remaja, dan ibu-ibu. "Sebelum ada korban, tolong tindak lanjuti secara serius," tambah Hj Rosmawati.
Kepala Desa Lambang Sari, Ahmadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya beberapa ODGJ yang tinggal di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa terdapat empat ODGJ di desa tersebut, dan dua di antaranya sudah sangat meresahkan masyarakat. "Saya juga khawatir warga menjadi korban. Sudah beberapa kali kami menerima laporan dari warga," ujar Ahmadi.
Masyarakat Desa Lambang Sari berharap agar penanganan ODGJ ini tidak ditunda-tunda lagi. Mereka menginginkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga, tanpa rasa takut akan gangguan yang ditimbulkan oleh ODGJ yang tidak mendapatkan penanganan medis atau rehabilitasi yang semestinya.**prc1
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









