Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pasir Kelampaian Serius Cegah Stunting dan Pernikahan Dini, Remaja Jadi Fokus Pelatihan
PELITARIAU, Inhu - Pemerintah Desa Pasir Kelampaian, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), menunjukkan komitmen serius dalam memerangi stunting dan mencegah pernikahan dini. Pada Rabu (28/5/2025), Pemerintah Desa menggelar pelatihan khusus yang menyasar remaja putri dan calon pengantin di Balai Desa Pasir Kelampaian.
Kegiatan yang diselenggarakan dengan penuh semangat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di wilayah Kecamatan Sungai Lala. Turut hadir di antaranya Ketua PKK Kecamatan, Ibu Swarni, S.Pd, Kepala Desa Pasir Kelampaian, Sianyur, Ketua PKK Desa, Usnari, serta Ketua BPD, Susi Susanti.
Antusiasme masyarakat, terutama para remaja dan pasangan muda, terlihat tinggi dalam mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung interaktif dan edukatif.
Dalam wawancara bersama wartawan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Kepala Desa Pasir Kelampaian, Sianyur, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan, terutama dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
"Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi generasi muda dan calon orang tua," ujar Sianyur.
Ia menyoroti peran strategis keluarga dalam proses pencegahan stunting dan pernikahan dini. Menurutnya, edukasi mengenai gizi seimbang, usia ideal pernikahan, serta peran orang tua dalam pengasuhan anak menjadi inti utama dalam mewujudkan masyarakat desa yang sehat dan tangguh.
Dalam pemaparannya, Kades Sianyur menekankan bahwa kesadaran dimulai dari rumah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja, untuk aktif membekali diri dengan pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi, gizi, dan kesiapan mental dalam membentuk keluarga.
"Pernikahan dini bukan hanya soal usia, tapi kesiapan secara fisik, mental, dan sosial. Begitu pula stunting, itu bukan hanya soal makanan, tapi tentang kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak masa kehamilan hingga masa tumbuh kembang anak," jelasnya.
Kepala Desa juga menguraikan empat harapan utama dari pelatihan tersebut:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting dan dampak buruk dari pernikahan dini terhadap generasi masa depan.
2. Mendorong perubahan perilaku positif di kalangan remaja dan calon orang tua dalam hal kesehatan, perencanaan keluarga, dan pendidikan.
3. Memperkuat kerja sama lintas sektor antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemuda untuk mengawal program ini secara berkelanjutan.
4. Melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan desa yang aktif menyuarakan dan mengedukasi isu-isu penting seputar kesehatan masyarakat dan pembangunan keluarga.
"Kami ingin pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Harus ada tindak lanjut berupa pendampingan, sosialisasi berkelanjutan, serta kolaborasi aktif dari seluruh unsur masyarakat," tegas Sianyur.
Sianyur menambahkan bahwa tujuan akhir dari pelatihan ini adalah membentuk karakter generasi muda yang tangguh, sehat, dan memiliki visi masa depan yang jelas. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak menjadi agenda satu kali, melainkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh di tingkat dusun hingga keluarga.
"Kami ingin menciptakan Desa Pasir Kelampaian yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera. Pelatihan ini menjadi salah satu cara untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan dengan bijak," pungkasnya.
Terakhir Sianyur mengatakan, Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran bersama, Desa Pasir Kelampaian menegaskan langkah nyatanya dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pencegahan dini dan pemberdayaan remaja. Diharapkan, desa-desa lain di Kabupaten Indragiri Hulu dapat mengadopsi langkah serupa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. **Vol/ram
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.









