Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pulau Jemur Layak Untuk Pengembangan Budidaya Ikan
PELITARIAU, Bagansiapiapi- Pulau Jemur, Rokan Hilir Riau, tidak hanya kaya akan potensi pariwisata, meski memiliki keindahan alam dan pantai, pulau tersebut juga layak untuk pengembangan ikan budidaya.
Sesuai hasil peninjauan yang dilakukan oleh lembaga Legislatif dari Komisi B DPRD Riau dan Komisi B DPRD Rohil, daerah itu direkomendasikan juga untuk pengembangan ikan budidaya karena memiliki garis pantainya lebih panjang dan mencapai ribuan kilometer persegi.
Meskipun demikian, jenis keramba yang dianggap paling cocok untuk pulau itu tentulah harus menyesuaikan dengan lingkungan serta arus pasang surut. ''Kita sudah mengadakan riset, khusus di Pulau Jemur, memang lebih bagus menggunakan keramba apung karena pulau itu mengalami pasang surut,'' kata Plt Kadis Perikanan, M. Amin, Minggu (1/2).
Jika menggunakan keramba apung dengan bahan pelampung, tambah Amin, tujuannya agar keramba tetap mengapung. ''Jadi keramba itu main. Tak tenggelam dia,'' katanya.
Sehubungan dengan hasil studi banding Komisi B DPRD Rohil ke Batam baru-baru ini dalam rangka melihat proses pembuatan keramba apung disana, maka hal itu juga bisa diterapkan di Rokan Hilir dengan melakukan modifikasi sesuai kondisi daerah Rohil.
M Amin menjelaskan, kondisi alam wilayah Batam tidaklah sama dengan apa yang ada di PulaU Jemur. Artinya, perairan laut di Batam terhalang pulau sehingga perputaran arus tidak terlalu kuat. Namun kondisi itu bertolak belakang apa yang ada di Pulau Jemur.
Pembuatan Keramba apung juga tidak cocok untuk pinggiran sungai Rokan Bagansiapiapi. Karena menurutnya, sungai Rokan di Bagansiapiapi sering mengalami pendangkalan dan meninggalkan lumpur. Air yang keruh karena lumpur akan mengganggu kehidupan ikan.
Dalam pada itu, selain program pembuatan keramba, Amin menyebutkan Dinas Perikanan sudah memberikan bantuan kepada nelayan berupa tekhnologi penangkapan ikan seperti FishFinder, GPS, jaring dan infrastruktur perikanan serta cara ekspor komoditas ikan segar ke Malaysia.*Adv/Jar
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri Up.








