Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
3 Nyawa Bocah Melayang, Komnas PA Pelalawan Minta APH Dalam Tragedi Sungai Segati
PELITARIAU, Langgam - Tragedi maut yang merenggut 3 nyawa bocah kecil tak berdosa penumpang Colt diesel dalam tujuan kebun akasia milik PT. Nusa Warna Raya (NWR) di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/2/2025) mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pelalawan.
Komnas PA Kabupaten Pelalawan melalui Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Reformasi Hukum Chandra Yoga Adiyanto SH, MH mempertanyakan standar kendaraan angkutan yang dipergunakan perusahaan untuk antar jemput karyawannya yang bekerja di kebun Akasia.
"Kendaraan yang ditumpangi itu tidak memenuhi standar keselamatan bagi pekerja, setahu saya tidak boleh ada kendaraan karyawan menggunakan bak terbuka, NWR itu sangat tidak memanusiakan karyawannya," ucap Wakil Ketua bidang Advokasi dan Reformasi Hukum Yoga Chandra Adiyanto SH MH dikantor Komnas PA Pelalawan di jalan lintas Timur Pangkalan Kerinci, Ahad (23/2/2025).
Yang menyesalkan bagi Komnas PA Pelalawan, yang menjadi korban maut di Sungai Segati itu adalah anak balita yang di bawa orang tua bekerja di kebun Akasia perusahaan penyuplai bahan baku Industri Pulp dan Paper RAPP.
"Korban meninggal itu adalah anak balita tiga orang, yang hilang 12 orang, enam diantaranya adalah anak anak, ini sangat tragis,"imbuhnya.
Mengingat ada anak anak juga dalam rombongan penumpang naas itu saat kejadian, Komnas PA Pelalawan akan melakukan investigasi di lapangan terkait keikut sertaan anak nak dalam perjalanan ke kebun Akasia.
"Kita juga mendalami, apakah anak anak itu diperkerjakan untuk pembibitan Akasia," ujar advokat muda ini juga mengapresiasi sikap tanggap DPRD Pelalawan yang sudah mengeluarkan pernyataannya akan menjadwalkan pemanggilan perusahaan dan Disnaker Pelalawan terkait tragedi Sungai Segati.
"Sangat mengapresiasi sikap pimpinan DPRD yang menjadwalkan pemanggilan perusahaan dan Disnaker Pelalawan," katanya Chandra juga menghimbau berbagai pihak terkait untuk melakukan peran aktif membuka tabir di balik tragedi Sungai Segati itu.
"Selain DPRD, Disnaker, kita harap pihak kepolisian mendalami kasus ini secara transparan, pun dengan organisasi Serikat pekerja, apakah ada potensi potensi pelanggaran lainnya dilakukan oleh anak perusahaan RAPP itu,"himbaunya
Tragedi Sungai Segati yang memakan korban karyawan PT NWR itu sudah menjadi berita nasional, penanganannya mestinya harus ekstra oleh semua pemangku kepentingan.
"Penjelasan pihak perusahaan yang mengatakan truk itu milik perusahaan kontraktor tentu tidak bisa di telan bulat bukan. itu kan versi mereka, kebenarannya harus dilakukan penyelidikan oleh kepolisian nantinya, pun kalau benar milik perusahaan kontraktor. Kok bisa di menangkan kendaraan tak sesuai standar angkutan orang untuk membawa karyawan, ini harus di buka secara terang benderang,"tegasnya lagi
Pernyataan pernyataan humas yang bertolak belakang dari fakta lapangan tentu harus menjadi rujukan bagi pihak pihak yang berkepentingan agar tragedi dibuka secara terang benderang, seperti alasan bahwa karyawan tidak dalam posisi bekerja dan lagi mengantar ke pasar belanja.
"Terkait alasan tidak bekerja terbantahkan dengan pernyataan Kabid Humas Polda Riau yang mengatakan bahwa truk pengangkut karyawan hendak menuju kebun penanaman Akasia, dan pernyataan membawa kepasar perlu didalami kebenarannyaa, karena pasar Segati itu hari Ahad,"beber Chandra.
Chandra Yoga Adiyanto SH, MH itu berharap pihak perusahaan dapat menyampaikan informasi yang benar sesuai fakta di lapangan.
"Ini tragedi kemanusiaan, ada anak anak tidak berdosa jadi korban. Kita minta PT NWR, terbuka jangan ada yang ditutupi,"pungkasnya.**Prc6
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









