Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pj Kades Syafrianto: BUMDes Berperan Penting dalam Dukung Perekonomian Desa Japura
PELITARIAU, Inhu - Desa Japura yang terletak di Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), saat ini dipimpin oleh Pj Kepala Desa Syafrianto S SE. Desa yang memiliki jumlah penduduk 859 jiwa laki-laki dan 856 jiwa perempuan ini, terus berupaya mengembangkan potensi masyarakatnya melalui berbagai sektor ekonomi dan pendidikan.
Mayoritas mata pencarian penduduk Desa Japura berasal dari sektor wiraswasta, kebun, dan perdagangan. Selain itu, terdapat juga penduduk yang bekerja sebagai PNS, TNI/Polri, petani, buruh tani, serta jasa tukang kayu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Pj Kepala Desa Syafrianto S SE kepada wartawan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada, Kamis (28/11/2024) mengatakan dalam bidang pendidikan, Desa Japura menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas SDM. Desa ini memiliki 2 unit Taman Kanak-Kanak (TK), salah satunya adalah TK Rebung Berbunga yang memberikan pendidikan gratis.
Lanjut Pj Kades Syafrianto, gaji guru dan pakaian sekolah anak-anak di desa ini juga dibiayai dengan dana desa sejak tahun 2017, sebuah langkah yang mendapat apresiasi dari masyarakat. Selain itu, ada pula 1 sekolah dasar (SD) yang turut mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak di desa ini.
BUMDES Serumpun Berperan Aktif Dalam Perekonomian Desa Japura
Kades Japura PjSyafrianto, mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serumpun telah memberikan kon tribusi besar dalam perekonomian desa. Dalam pernyataan yang disampaikan pada acara pertemuan masyarakat, Syafrianto menjelaskan bahwa BUMDes Serumpun mengelola berbagai usaha yang tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga setempat.
"BUMDes Serumpun berperan aktif dalam berbagai sektor, termasuk penyediaan perkakas pengantin yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di acara pernikahan, layanan fotocopy yang mempermudah administrasi desa, serta usaha di bidang pertanian dan perikanan yang mendukung ketahanan pangan lokal," ujar Syafrianto.
Keberadaan BUMDes ini, lanjutnya, diharapkan dapat semakin memperkuat perekonomian Desa Japura, mengurangi tingkat pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. "Kami akan terus mendukung dan mengembangkan usaha-usaha yang ada di BUMDes Serumpun, agar bisa memberikan manfaat lebih besar lagi bagi warga desa," tambahnya.
Dengan keberagaman usaha yang dikelola, BUMDes Serumpun telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Desa Japura
Desa Japura telah dikenal sebagai Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA) sejak tahun 2021. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Japura dalam memberikan perlindungan, pemberdayaan, serta perhatian lebih terhadap hak-hak perempuan dan anak di desa tersebut.
Pj Kades Syafrianto menyatakan bahwa terpilihnya Desa Japura sebagai desa model DRPPA bukanlah hal yang mudah, namun merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen desa. "Sejak 2021, Desa Japura fokus untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi perempuan dan anak. Desa Japura menyusun berbagai program yang melibatkan masyarakat, termasuk sosialisasi tentang hak-hak perempuan, perlindungan anak, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan," ungkap Syafrianto.
Sebagai bagian dari program ini, berbagai fasilitas dan kebijakan di Desa Japura telah disesuaikan untuk mendukung akses yang lebih baik bagi perempuan dan anak. Termasuk di antaranya peningkatan kapasitas ibu rumah tangga melalui pelatihan ekonomi kreatif dan pemberian layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi ibu dan anak.
Selain itu, desa ini juga membangun sistem perlindungan anak dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan mencegah kekerasan terhadap anak, serta mendirikan pusat informasi bagi perempuan untuk memperoleh akses terhadap layanan hukum dan sosial.
Dengan terpilihnya Desa Japura sebagai desa model DRPPA, Syafrianto berharap bahwa pencapaian ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah tersebut untuk terus memperjuangkan kesejahteraan perempuan dan anak. "Ini adalah langkah besar untuk mewujudkan desa yang inklusif dan berkeadilan bagi semua pihak," tambahnya.
Desa Japura kini semakin dikenal tidak hanya sebagai desa yang ramah bagi perempuan dan anak, tetapi juga sebagai desa yang berkomitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakatnya.
Disisi Program ketahanan pangan di desa ini pun sudah berjalan dengan baik, meliputi budidaya perkebunan (KWT), hidroponik (KWT), dan budidaya kambing yang telah diserahkan kepada masyarakat untuk pengelolaannya.
Dikatakan Pj Kades Syafrianto Desa Japura memiliki luas wilayah 1.953,00 hektare dengan batas wilayah yang berbatasan dengan Desa Sidomulyo di sebelah utara, Desa Barangan di sebelah selatan, Desa Pasir Ringgit di sebelah timur, dan Desa Pasir Sialang Jaya di sebelah barat.
Desa ini memiliki visi untuk mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, berbudaya, dan agamis, dengan pemberdayaan masyarakat berbasis iman, taqwa, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.Pada tahun 1950, Desa Japura merayakan hari jadinya, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah desa ini.
Kades Pj Syafrianto, memaparkan bahwa perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Japura semakin pesat sebagai upaya untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Dalam penyampaian tersebut, Syafrianto menjelaskan bahwa berbagai jenis usaha UMKM kini tumbuh dengan baik dan memberikan dampak positif bagi warga desa.
"UMKM di Desa Japura kini berkembang pesat, mulai dari usaha sembako, jahit, agen gas elpiji, pedagang jajanan pasar, bengkel mobil dan motor, peternakan ikan, hingga usaha cucian motor dan pangkas rambut. Salah satu UMKM yang patut diapresiasi adalah UMKM Cahaya Dagang, yang bergerak dalam penjualan stik dan abon ikan lele," katanya.
Dengan berkembangnya UMKM tersebut, Syafrianto berharap perekonomian Desa Japura semakin kuat dan mandiri, serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi warga desa. Pemerintah desa pun, lanjutnya, akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan UMKM yang ada agar bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan berbagai program pembangunan yang berfokus pada peningkatan ekonomi, pendidikan, dan ketahanan pangan, Desa Japura terus berupaya mewujudkan kemandirian masyarakatnya. Kedepan, diharapkan desa ini dapat menjadi contoh desa mandiri yang dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Indragiri Hulu. **Prc1
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.









