Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dulu Meranti Dikenal Sebagai Daerah Premanisme
PELITARIAU, Selatpanjang - Seiring dengan berjalannya waktu, Kabupaten Kepulauan Meranti yang merupakan Kabupaten termuda di Riau itu, saat ini sudah mengalami banyak perubahan, baik dari segi ekonomi, sosial dan keamanan.
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Msi, mengungkapkan bahwa wilayah yang dipimpinnya, terutama Kota Selatpanjang dulunya pernah dikenal sebagai daerah premanisme yang tinggi. Namun hal itu sudah berangsur berubah seiring perkembangan wilayah pasca pemekaran dari kabupaten induk, Bengkalis beberapa waktu lalu.
"Dulunya Meranti terkenal dengan dunia premanismenya, tiap tamu yang datang merasa tidak aman, karena diikuti dan sebagainya, namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Meranti semakin dewasa dan daerah ini menjadi kondusif, itu semua tidak lepas dari peran segenap pihak dan elemen masyarakat," ucap H Irwan, saat membuka Pengukuhan dan Pembinaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kepulauan Meranti, Selasa (5/5).
Tidak hanya itu, Dia juga menambahkan, Sekitar tahun 2000-an pernah terjadi konflik kelabu terhadap saudara kita Tionghoa. Terjadi pelarian warga besar-besaran dari Selatpanjang. Saat itu perekonomian kota ini runtuh dan mengalami kerugian besar.
"Saat ini kondisi tersebut sudah banyak berubah dengan telah kembalinya warga tionghoa untuk berniaga di Kota Selatpanjang. Selain itu perbaikan perekonomian dengan terbukanya lapangan kerja juga menurunkan jumlah premanisme," jelasnya.
Dia sangat mengapresiasi Peran dari Polres Meranti serta jajarannya, karena selama ini telah menjaga kondusifitas wilayah Kepulauan Meranti.
Dalam forum yang dihadiri Ketua FPK Provinsi Riau, Fauzi Gani, Kapolres Meranti AKBP Pandra, Ketua KPU, dan sejumlah Kepala SKPD itu, H Irwan berpesan bisa menjaga semangat bersama dan memotivasi masing-masing panguyuban suku yang ada di Meranti ini, untuk menciptakan suasana yang penuh damai.
"Semoga pengurus FPK Meranti yang baru dikukuhkan bisa bekerja maksimal dalam menjaga kondusifitas wilayah," harap H Irwan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepulauan Meranti, Ahmad Yani, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 10 panguyuban yang ada di Kepulauan Meranti. Suku Jawa, Minang, Batak, Bugis, Aceh, Sunda, Tionghoa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB),"Serta suku Melayu sebagai suku mayoritas di Meranti," jelas Yani.***(Doni)
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








