Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pemkab Meranti Siap Tindaklanjuti Hasil Rakor Tanggap Narkoba
PELITARIAU, Meranti - Mewakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wan Zulkifli mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) tahun 2023 di Grand Central Hotel Pekanbaru, Kamis (20/7/2023).
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Riau Brigjen Pol Robinson Siregar mengatakan berdasarkan Unodc World Drug Report Tahun 2022, tercatat 284 juta jiwa pelaku penyalahgunaan di dunia, dengan rentang usia 15-64 tahun. Jumlah tersebut tersebar di berbagai negara dan didominasi oleh generasi muda pada usia produktif.
"Untuk itu, setiap pemerintah kabupaten/kota harus tanggap ancaman bahaya narkoba dengan melakukan kebijakan Kota Tanggap Ancaman Bahaya Narkoba," ujar Robinson.
Menurutnya, Rakor yang dilqksanakan tersebut merupakan media komunikasi bagi BNN, baik di lingkup provinsi maupun kabupaten/kota untuk berkoordinasi dan bersinergi.
"Untuk bekerja sama dengan para unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan kebijakan Kotan," sebutnya.
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution saat membuka Rakor tersebut, menyampaikan kebijakan dan strategi dalam mewujudkan Kotan merupakan pengayaan orientasi visi pembangunan kota berkelanjutan dan berdaya saing pada Tahun 2045. Kondisi atau status kabupaten/kota yang tanggap terhadap sebagai potensi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
"Adapun ruang lingkup kota tanggap ancaman narkoba mencakup aspek manusia, infrastruktur manajemen, kelembagaan, dan kebijakan daerah yang secara keseluruhan merupakan bagian inti atau substansi pembangunan kota," jelas Wagub Edy.
Usai mengikuti Rakor, Wan Zulkifli mengatakan siap melaksanakan hasil dalam Rakor tanggap narkoba tersebut. Hal itu, tambahnya, merupakan hal penting mengingat kondisi geografis Meranti yang dikelilingi laut dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.
"Posisi Meranti sangat rawan terhadap peredaran narkoba maupun penyalahgunaannya. Lewat Rakor ini kita akan bersinergi, baik dengan Pemprov, BNN dan juga satuan kerja terkait lainnya," ungkap Kepala Kantor Kesbangpol Meranti itu. **
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.









