• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1086 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2369 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2736 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5286 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2426 Kali

  • Home
  • Riau Raya
  • Kepulauan Meranti

Bupati Meranti Irwan

Keberadaan Pemerintah Bisa Menjadi Mata Air Bukan Air Mata Bagi Masyarakat

Redaksi

Ahad, 19 April 2015 18:35:58 WIB
Cetak
Keberadaan Pemerintah Bisa Menjadi Mata Air Bukan Air Mata Bagi Masyarakat

PELITARIAU, Pekanbaru- Keberadaan daerah pesisir acap kali terdiskriminasikan, baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, hal itu terlihat dari realisasi program pembangunan yang minim dari Provinsi  dan tidak terakomodirnya kebutuhan strategis daerah seperti sembako dan BBM.

 

Melihat kondisi itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H Irwan, Msi berharap, keberadaan pemerintah bisa menjadi mata air bukan air mata bagi masyarakat.

 

"Kami berharap keberadaan pemerintah bisa menjadi mata air bagi masyarakat bukan air mata," ujar Bupati dihadapan Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Mardiasmo, Irjend Kemendagri Heru Santoso, dan Deputy SDA Kementerian Lingkungan Hidup RR Endah Murniningtyas dan Plt. Gubri H. Arsyadjuliandi Rachman, saat pembukaan acara Musrenbangprov di Hotel Labersa, Kampar, beberapa waktu lalu.

 

Dipaparkan Bupati, dirinya sangat sedih  melihat kondisi Meranti yang seolah dianak tirikan, oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Seperti ketersediaan BBM dan Sembako yang terus menipis sehingga menyebabkan kenaikan harga dan peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten termuda di Riau itu.

 

Sebagai salah satu daerah pnghasil Migas di Riau, justru mendapat kuota BBM yang sedikit sehingga sejak Kabupaten Meranti berdiri hingga saat ini, masyarakat Meranti belum pernah menikmati BBM bersubsidi.

 

"Hingga saat ini Meranti belum pernah menikmati BBM bersubsidi, harga perliter dijual 15 sampai 18 ribu rupiah," ujar Bupati.

 

Masalah ini sudah sering disampaikan kepada pihak Pertamina, dan terakhir kepada Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Meranti beberapa waktu lalu.

 

"Kami sudah berkali-kali menyampaikan kepada Pertamina dan Presiden tapi tidak ada realisinya," ucap Bupati.

 

Lebih jauh dijelaskan Bupati, saat ini alokasi BBM di Kabupaten Meranti hanya sekelas Kecamatan, tidak ada penambahan sejak Meranti dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis, hal itu juga disebabkan SOP Pertamina yang hanya mendistribusikan BBM didaerah daratan, akibatnya bukan saja terjadi kelangkaan BBM tapi juga harga mahal.

 

Kondisi ini turut memperburuk kondisi Meranti yang sedang tumbuh untuk menjadi sejajar dengan Kabupaten lainnya yang lebih dulu terbentuk.

 

"Kondisi ini berdampak pada tingginya angka kemiskinan, bila tahun sebelumnya kita berhasil menekan angka kemiskinan hingga 35 persen kini kembali naik menjadi 40 persen,"ujar Bupati berharap mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.

 

Kelangkaan BBM bukan menjadi masalah satu-satunya di Kabupaten Meranti, Keterbatasan stock sembako juga menjadi fenomena, sebagai daerah yang berada di pesisir, selama ini pasokan Sembako di Kabupaten Kepulauan Meranti berasal dari Tj. Balai Karimun disamping juga dari Provinsi tetangga Sumatera. Untuk di Tj. Balai Karimun yang masuk kawasan FTZ, perdagangan termasuk Sembako boleh dilakukan secara bebas, tapi untuk dipasok ke Meranti tidak diperbolehkan atau ilegal.

 

"Banyak pedagang kami yang saat memasok Sembako ditangkap, karena belum adanya persepsi soal aturan import" ujar Bupati berharap adanya regulasi khusus tentang perdagangan lintas batas yang diberikan pusat untuk Meranti. Apalagi jelang Idul Fitri mendatang.

 

Dengan cukupnya stock Sembako di Meranti, diharapkan dapat mengatasi kebutuhan masyarakat, sehingga tidak memberatkan dan mampu mensejahterakan masyarakat.

 

Masalah lainya yang perlu perhatian dari Pemerintah, yakni masalah penegakan hukum bidang kehutanan. Masalah yang dihadapi Meranti banyak masyarakat yang ditangkap karena mengambil kayu padahal kayu yang diambil berasal dari hutan rakyat.

 

"Jika masyarakat kecil yang mengambil kayu untuk keperluan sehari-hari ditangkap, sementara perusahaan bebas mengambil berapapun," ucap Bupati.

 

Dipaparkan Bupati, Situasi ini sangat berpotensi menyebabkan gangguan Kamtibmas. Untuk itu perlu adanya regulasi yang berpihak kepada masyarakat.

 

"Kami minta antara Kemendagri dan Kabupaten bisa melakukan koordinasi penegakan hukum, ini untuk meminimalisir konflik antara perusahaan dan masyarakat," ucap Irwan.

 

Masalah lainnya yang perlu menjadi perhatian oleh Pemerintah Pusat maupun Provinsi, yakni masalah rujukan rumah sakit bagi masyarakat miskin yang hanya memperbolehkan di RSUD Provinsi. Seperti diketahui kadang kala RSUD di daerah memiliki keterbatasan fasilitas maupun obat-obatan.

 

"Kadang kala karena masalah jarak dan jalan yang rusak, pasien keburu mati, kita berharap rumah sakit rujukan berada di remote daerah," jelas Bupati.

 

Menyikapi masalah itu pihak Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini, Irjend Kemendagri Heru Santoso, berjanji akan mencoba memfasilitasi ditingkat pusat baik masalah regulasi dan lainya, begitu juga masalah kebijakan yang berhubungan dengan Pemerintah Provinsi.

 

"Untuk masalah yang berhubungan dengan internal daerah akan kita bicarakan lebih lanjut untuk dicarikan solusinya," ujarnya kepada Bupati Irwan.

 

Penulis: Doni Ruby Saputra

Editor  : rio



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti

Rabu, 01 Juli 2026 - 21:12:34 WIB

PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.

Riau Raya

Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah

Rabu, 01 Juli 2026 - 18:00:58 WIB

PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.

Riau Raya

DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan

Rabu, 01 Juli 2026 - 17:49:27 WIB

PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .

Riau Raya

Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola

Rabu, 01 Juli 2026 - 15:23:28 WIB

PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.

Riau Raya

Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna

Rabu, 01 Juli 2026 - 15:00:13 WIB

PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .

Riau Raya

Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

Rabu, 01 Juli 2026 - 14:17:36 WIB

PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .

Terkini

  • +INDEX
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 2 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 3 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 4 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
  • 5 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 6 Peringati Hari Bhayangkara Ke -80, Polres Meranti Gelar Donor Darah Bersama Lintas Instansi
  • 7 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved