Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gerakan Aktif Kapolres Andi Yul Tekan Jumlah Penderita Stunting di Meranti
PELITARIAU, Meranti - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH, aktif menggalakkan gerakan peduli stunting di wilayah hukumnya.
Gerakan Solidaritas Bhayangkara Atasi Stunting atau yang kerap mereka singkat "Sobat" ini berlangsung secara sistematis dan menyasar hingga ketingkat bawah.
Mereka rutin menyalurkan bantuan dalam bentuk pangan non tunai (BPNT) secara mandiri yang diatensikan langsung Kapolres AKPB Andi Yul LTG SH SIK MH kepada seluruh Personel di Lingkungan Polres dan Polsek melalui Bhabinkamtibmas.
Seperti kegiatan yang dilakukan Andi bersama jajaran pada, Rabu (24/5/2023) siang tersebar di dua lokasi yang berbeda. Mereka mengunjungi sejumlah kediaman balita yang masuk dalam daftar penderita.
Lokasi pertama yang mereka mengunjungi balita berusia 43 bulan Jl Banggis, dan seorang lainnya balita berusia 45 bulan Jl Manggis Gg Pepaya, Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtingti.
Menurutnya bantuan itu ditujukan untuk meringankan beban orang tua dan balita penderita stunting dengan memberikan makanan asupan gizi tambahan. Setiap paket yang diserahkan seperti beras, minyak goreng, gula, teh, kopi, mie instan, susu dan telur serta makanan kaya gizi lainnya kepada 122 orang penderita sejak Januari hingga 24 Mei 2023 ini.
Menurut Andi kepada wartawan, bantuan rutin ini merupakan inovasi mandiri mereka yang aktif membantu pemerintah dalam menekan prevelensi stunting seperti ditargetkan pusat hingga turun sampai 14 persen pada 2024 mendatang.
Apalagi wilayahnya itu merupakan satu daerah prioritas dalam pengetasan miskin dan kemiskinan ekstrem di Riau yang menjadi penyebab timbulnya kasus stunting.
"Untuk itu Polri hadir diantara mereka untuk membantu kondisi kehidupan sehari-hari yang kekurangan sehingga bisa meningkatkan gizi dengan memberikan bantuan sembako dengan harapan bisa membantu mengurangi angka stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti," ujarnya.
Pasalnya dari data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang mereka terima melalui dinas teknis, Andi membeberkan jika prevalensi stunting di Kepulauan Meranti pada 2022 setara 17.5 persen.
Dalam persentase tersebut total balita yang menderita stunting tidak kurang dari 1.103 orang. Dengan sisa waktu 1 tahun 5 bulan kedepan ia berharap upaya tersebut mampu menekan setidaknya 3 persen untuk mencapai target nasional diangka 14 persen pada 2024 mendatang. **
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.









