Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kurangnya Kepedulian Pemerintah Daerah
Perlu Lestarikan Bangunan Rumah Warga Diwisata Bono
PELITARIAU, Pelalawan - Promosi gelombang Bono yang terdapat di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan tidak berjalan lurus dengan pelestarian rumah wisata milik masyarakat di sekeitar wisata bono, Rumah-rumah warga yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun bisa dijadikan ikon wisata namun perlu direnovasi oleh pemerintah.
Rumah-rumah warga yang perlu direhab agar layak huni serta pelestarian rumah warga dibangun dengan model zaman dulu, banyak tedapat di lokasi sekitar Wisata Bono Kecamtan Teluk Meranti. Satu dari sekian rumah yang perlu di perhatikan pemerintah daerah terdapat diperkampungan kelurahan Teluk meranti.
Seperti yang dikatakan Lukman (30) Pemerhati wisata Bono yang juga tinggal di Kecamatan Teluk Meranti kepada pelitariau.com Selasa (7/4) menjelaskan kalau, promosi wisata bono hendaknya dibarengi dengan perhatian pemerintah daerah terhadap rumah-rumah warga yang bangunan zaman dulu.
"Rumah warga di lokasi wisata bono ini memiliki ciri khas sendiri, dengan bentuk bangunan dinding yang tinggi dan memiliki atap kerucut menjulang kelangit, kalau rumah ini di rehab pemerintahkan bisa jadi pemandangan wisata juga," kata Lukman.
banyak terlihat rumah-rumah berdindingkan papan yang telah dimakan usia, berdirinya rumah tampak tidak sempurna karena, warga yang memiliki rumah kurangnya biaya renovasi sehingga kondisi rumah tersebut sudah tidak layak lagi untuk dihuni namun tetap dihuni.
"Masa daerah wisata bono keadaan rumah masyarakat diperhatikan, Biasa saja pemerintah merehab rumah warga tersebut namun dengan kompensasi, rumah warga yang direhab oleh pemerintah dibalas dengan menyediakan satu kamar tempat penginapan untuk para wisatawan bono," jelasnya.
Lukman menjelaskan, kalau dirinya mengetahui pernah ada pendataan rumah-rumah warga di sekitar wisata bono yang sudah tidak layak, pendataan tersebut bertujuan untuk menerima bantuan bendah rumah atau renovasi rumah. "Kami memohon agar pemerintah kembali melaksanakan program renovasi rehab rumah warga yang tidak layak huni di lokasi wisata bono," harapnya.
Diketahui, kawasan wisata bono dijadikan destansi wisata tak hanya di lokal, namun juga sudah mendunia. Kawasan wisata bono selain menawarkan potensi wisata alam wisata ini secara tidak langsung mengangkat nama Riau secara Nasional. Dengan wisata bono menjadi ikon wisata Riau maka perlu perhatian semua pihak, bukan hanya Pemerintah Kabupaten Pelalawan namun juga Pemerintah Provinsi Riau serta pemerintah pusat.***
Penulis: Andri Winata
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








