Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dilema Polri Terhadap ISL
BOPI Larang Club Persebaya Surabaya dan Arema Cronus Ikut ISL 2015
PELITARIAU, Jakarta- Berdasarkan rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI meminta Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) tidak memberi izin bagi Liga Super Indonesia (ISL) 2015.
Izin itu baru boleh diberikan, jika Persebaya Surabaya dan Arema Cronus dicoret dari klub peserta kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu. Pasalnya dua klub asal Jawa Timur tersebut tak lolos verifikasi BOPI.
Di sisi lain, PT Liga Indonesia mengirim permohonan izin menggelar kompetisi ISL 2015 secara nasional dengan jumlah peserta 18 klub termasuk Persebaya dan Arema yang akan dimulai besok, Sabtu (4/4).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto mengakui ada dilema terkait izin kompetisi tersebut. Ia mengaku sudah menerima surat dari PT Liga Indonesia terkait izin penyelenggaraan LSI 2015 pada hari Rabu (3/4).
Ada enam laga yang akan bertanding pada kick-off liga yang telah berganti nama jadi QNB League, Sabtu (4/4). Salah satunya adalah pertandingan antara Arema versus Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Sehari setelahnya, Minggu (5/4), Persebaya akan menjamu Mitra Kukar di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Agus mengatakan dari enam klub yang akan bertanding hari Sabtu (4/4), hanya satu pertandingan yang tidak diberikan izin yaitu pertandingan Arema versus Persija.
"Memang tidak sesuai dengan rekomendasi (BOPI). Kita tidak keluarkan izin," kata Agus seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (3/4), "Yang lain kita keluarkan, yang satu itu tidak. Tapi jika pertandingan tersebut terpaksa digelar, kami tetap memberikan pengamanan dalam rangka menjaga ketertiban."
Agus sendiri menyanggah pengamanan tersebut sebagai pelanggaran dari rekomendasi BOPI. Agus menegaskan polisi memang tidak memberikan izin tetapi tak bisa membiarkan keamanan jadi terganggu.
"Ya, dilema, tapi kita sebagai aparat juga berkewajiban memberikan keamanan. Dan sebetulnya, pada akhirnya ini, (persoalan) antara BOPI dan PT Liga Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, 1 April lalu, BOPI telah mengumumkan Persebaya dan Arema tak diberi rekomendasi untuk mengikuti ISL 2015 karena tak dapat memenuhi syarat verifikasi yaitu aspek legalitas. Selain itu ada lima klub lain yang boleh mengikuti kompetisi namun harus memenuhi persyaratan BOPI hingga paruh pertama selesai.
Kabag Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiono, mengungkapkan pihaknya akan mengamankan setiap pertandingan karena akan timbul keramaian orang di pertandingan tersebut.
"Kalau masalah izin itu wilayah Mabes Polri," ujar Awi, "Walau begitu kami tetap mengantisipasi risiko gangguan keamanan terjadi pada pertandingan yang sudah dijadwalkan panpel.".***red
Open Turnamen Pengalihan Cup III 2026 Resmi Dibuka, 59 Klub Siap Perebutkan Gelar Juara
PELITARIAU, Inhil - Open Turnamen Sepak Bola Pengalihan Cup III Tahun 2026 Jumat.
Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi
PELITARIAU, Pelalawan - Tim Nabil FC lolos keputaran selanjutnya piala Gubernur .
Pemprov Riau Dukungan Penuh, Fasilitas GOR Remaja Jadi Pusat Kejuaraan Taekwondo
PELITARIAU, PEKANBARU - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kem.
32 Tim Ramaikan Turnamen Futsal Piala SAPMA IPK Cup I Bengkalis
PELITARIAU, BENGKALIS – Sebanyak 32 tim dipastikan ambil bagian dalam Turnamen.
Dispora Riau Dorong Pembinaan Atlet Lewat Turnamen Desa
PELITARIAU, Kampar — Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kepemud.
4 Tahun Vakum, Bupati Cup Karta IPK Desa Kuala Kilan Kembali Digelar Meriah
PELITARIAU, Inhu – Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi Covi.








