Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Meranti Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM
PELITARIAU, Com - Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk kategori Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM). Penyerahan penghargaan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Hotel Sultan & Residence Jakarta, Senin (12/12/2022).
Ma'ruf Amin menyampaikan peringatan hari HAM se-dunia ke-74 Tahun 2022 yang beberapa hari lalu secara universal telah menjadi pedoman dan juga diadopsi oleh PBB. Hal ini untuk merawat peradaban dan kemanusiaan bangsa-bangsa di dunia dan merupakan momen reflektif bagi seluruh dunia.
"Peringatan hari HAM ini merupakan pedoman bagi kita dalam merawat peradaban di dunia, dan melindungi kemanusiaan yang lebih baik, memenuhi hak asasi manusia sebagai individu yang berbahagia" ucapnya.
Mantan Ketua Majelis Ulama ini juga menekankan bahwa pemerintah selalu berupaya melakukan pemulihan yang bertanggung jawab tentang sosial lingkungan. Hak asasi manusia Indonesia memiliki visi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Pemerintah juga telah berupaya dalam pemulihan di berbagai pilar. Termasuk makanan, sandang pangan, pembangunan dan juga penurunan stunting hingga pendidikan. Kita juga terus melakukan kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas," tegas Wapres.
Menteri Menteri Hukum dan HAM Yassona H. Laoly mengatakan sejarah Hari HAM dunia ditetapkan pada tanggal 10 Desember tahun 1928. Peristiwa 74 tahun silam itu mencatat peristiwa penting dan bersejarah dengan disahkannya HAM oleh majelis umum perserikatan pertama yang disepakati oleh dunia.
"HAM telah melekat pada diri setiap manusia berkebangsaan, tidak membedakan warna kulit, hingga kondisi fisik. Warga dunia di berbagai negara harus menjadi inspirasi dan semangat pemerintah dalam mengimplementasikan nilai-nilai hak asasi manusia tersebut," ujarnya.
Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil, didampingi Kepala Bidang lnformasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik Dody Hamdani, mengaku bangga atas penghargaan tersebut.
Dia juga menyampaikan terima kasih karena kabupaten yang dipimpinnya itu jadi satu dari 98 kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima penghargaan dari Kemenkumham. Untuk Provinsi Riau sendiri hanya ada 4 kabupaten.
"Tentunya ucapan terima kasih dari Pemkab Meranti untuk Kemenkumham. Penghargaan ini untuk seluruh warga Meranti," ungkapnya.
Lebih jauh Adil mengajak seluruh warganya untuk terus menjaga hak-hak sesama warga, khususnya di Kepulauan Meranti. Selain itu, Bupati juga meminta seluruh stakeholder pemerintah, baik pemerintah daerah maupun jajaran instansi vertikal untuk terus mendukung upaya-upaya pemenuhan HAM di Meranti.
"Mari bersama kita rawat rasa aman, saling menghormati hak masing-masing individu menuju Meranti yang bermartabat," ajak Bupati Adil. **
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.









