Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Satwa dilindungi
Dua Ekor Harimau di Teluk Lanus Siak Terpantau Kamera Trap
PELITARIAU, Pekanbaru - Dua ekor Harimau Sumatera terpantau oleh kamera trap yang dipasang oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Siak.
Hal ini disampaikan Pihak Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Riau, melalui keterangan resminya Rabu 2 November 2022. Disebutkan tangkapan kamera trap itu tertanggal pada 23 Oktober 2022 lalu.
"Benar kamera trap yang kita pasang di dekat hutan tak jauh dari pemukiman masyarakat berhasil memotret dua ekor Harimau," kata Kepala BBKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan SHut MM.
Selain itu, tim yang turun ke lapangan juga melaporkan, umpan kambing yang turut diletakkan di dalam box trap dipasang pada tanggal 17 Oktober sampai 20 Oktober lalu, juga telah dimakan.
Lanjutnya, menurut laporan petugas di lapangan, umpan kambing yang sengaja diletakkan di dalam box trap ditemukan hanya tinggal tulang. Sementara itu, tidak ditemukan Harimau di dalamnya.
"Informasinya pintu box trap dilaporkan macet, namun umpan kambing habis dimakan. Artinya, pintu tertutup setelah Harimau melahap habis umpannya," ujarnya.
Terkait dua Harimau yang tertangkap kamera, setelah dipelajari, pihaknya menyimpulkan dua Harimau yang muncul masih remaja.
"Artinya selain dua anakan Harimau itu, tentu ada induknya. Sehingga diduga ada tiga ekor, dua anakan dan satu induknya," sebut Genman.
Langkah selanjutnya, petugas pun kembali memasang umpan kambing agar Harimau tertangkap. Meski pihaknya tidak berharap Harimau di sana tertangkap.
"Kami berharap Harimau tidak tertangkap, dan pergi meninggalkan pemukiman warga," kata Genman.
Menurutnya, kemunculan Harimau belakangan ini di sekitar lokasi dikarenakan memang lokasi itu adalah habitat Harimau. Karena dulunya, warga setempat yang berdomisili di sana adalah eks karyawan perusahaan.
"Di lokasi itu habitatnya Harimau, artinya sejak dulu warga setempat sudah sering bertemu Harimau. Harimau muncul di sekitar pemukiman warga, karena adanya hewan ternak yang sengaja diliarkan di dalam hutan, sehingga memancing naluri Harimau untuk memangsa ternak warga," tutupnya. **Prc7
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









