• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1112 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2402 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2766 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5327 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2439 Kali

  • Home
  • Riau Raya
  • Pekanbaru

Hari Tani, Regenarasi Para Petani Tangguh

M Lani

Ahad, 25 September 2022 13:40:02 WIB
Cetak
Hari Tani, Regenarasi Para Petani Tangguh

PELITARIAU, Pekanbaru - Catatan mengingatkan Hari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 September,  oleh para petani di seluruh Indonesia. 

Tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu tahun 1960, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. 

Bicara Hari Tani, menurut Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Riau, H Sugianto SH, tentu saja tidak lepas kaitan nya dengan yang namanya petani. 

Menurut pandangan Bung Karno Petani merupakan akronim dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Oleh karena itu Bung Karno juga lah yang memberikan sebuah kepanjangan khusus untuk kata 'petani', yakni sebagai Penjaga Tatanan Negara Indonesia, yang disampaikan pertama kali pada tahun 1952. 

Satu persoalan besar yang perlu dijadikan percik permenungan di saat bangsa ini memperingati Hari Tani Nasional adalah masalah regenerasi petani, yang kelihatan nya sudah kelap kelip menunjukan lampu merah. 

IAtu sebabnya menjadi cukup relevan jika hal ini kita bahas secara sungguh-sungguh agar diperoleh jalan keluar terbaik nya. 

Disisi lain, regenerasi petani saat ini kembali ramai dibincangkan para pihak. Semakin enggan nya kaum muda untuk berprofesi sebagai petani, membuat para pengambil kebijakan di sektor pertanian, sedikit kebingungan untuk mencari generasi penerus yang bakal berkiprah menjadi petani di negeri agraris ini. 

Kemudian, para petani yang sekarang ini ada, rata-rata sudah berumur di atas 50 tahun. Jadi, kata dia, satu dasa warsa ke depan, mereka akan dimakan usia dan sangat sulit untuk bekerja lebih produktif. 

Kita tidak boleh bermain-main lagi dengan urusan regenerasi petani. Sekali nya kita salah dalam menerapkan kebijakan, boleh jadi akan membawa dampak buruk bagi masa depan pembangunan pertanian di Tanah Merdeka ini. 

Kerisauan akan adanya fenomena anak muda enggan jadi petani sebetul nya telah mengemuka sejak 40 tahun lalu. Isu yang berkembang kala itu adalah ada nya sebagian anak muda perdesaan yang lebih memilih untuk bekerja di luar sektor pertanian. 

Mereka lebih memilih jadi buruh harian lepas di perkotaan dengan penghasilan yang tidak menentu, ketimbang harus bekerja menjadi petani. Kalau pun harus tinggal di perdesaan, mereka akan minta kepada orang tua nya untuk dibelikan motor agar dapat bekerja menjadi tukang ojek. Di mata kaum muda, petani bukan lagi pekerjaan yang menjanjikan. Menjadi petani tidak mungkin akan dapat hidup sejahtera. 

Justru saat ini, yang nama nya petani merupakan gambaran kemiskinan sebuah warga negara. 

Kaum tani, jelas Sugianto, khusus nya mereka yang disebut petani gurem dan buruh tani adalah potret warga negara yang kondisi kehidupan nya cukup memprihatinkan. Itu pun bila tidak berkenan disebut memilukan atau mengenaskan. Kemiskinan yang menjerat kehidupan nya, membuat mereka sangat sulit untuk berubah nasib. Mereka tetap sengsara dan melarat. 

Sebagian besar dari mereka lebih banyak menggantungkan kehidupan nya kepada bantuan sosial ketimbang profesi yang digeluti nya. Apalagi di masa Pandemi Covid 19, nasib dan kehidupan nya, tidak mungkin hanya mengandalkan penghasilan dari profesi nya sebagai petani gurem atau buruh tani. Tanpa ada bantuan sosial, bisa saja nyawa mereka tidak akan tersambung lagi. 

Atas dasar pemikiran yang demikian, kita akan menolak keras jika yang diregenerasikan itu adalah petani gurem dan buruh tani. Ke depan, yang dibutuhkan bangsa ini adalah sosok petani pengusaha yang mandiri dan profesional. Kita harus mampu merubah potret petani gurem dan buruh tani ke arah yang lebih baik. Konsep dasar regenerasi petani, seharus nya berangkat dari pola pikir yang seperti ini. 

Hasrat untuk melakukan regenerasi petani, sebetul nya telah mengumandang sejak lama. Yang kita sesalkan, mengapa Pemerintah tidak secepat nya mengeksekusi keinginan yang mulia ini. Regenerasi petani lebih tampil sebagai jargon ketimbang realisasi. Ini sebetul nya yang harus kita hindari. Regenerasi petani harus sudah dimulai dan jangan sampai ditunda-tunda pelaksanaan nya. 

Regenerasi petani, seperti nya butuh sebuah Grand Desain atau Master Plan. Secara nasional, Bapenas dimintakan untuk menyusun dan merumuskan Grand Desain nya. Dalam perancangan perencanaan nya Bapenas dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga terkait. Grand Desain inilah yang akan dijadikan arah pelaksanaan regenerasi petani. 

Selain itu, agar pelaksanaan nya terukur diperlukan pula ada nya Road Map Regenerasi Petani. Berbasis Grand Desain, Road Map diharapkan mampu menjadi "peta jalan" para pengambil kebijakan dalam menentukan skala prioritas dari langkah penerapan regenerasi petani. Ayo kita wujudkan regenerasi petani dengan merubah jargon menjadi fakta kehidupan. 

Catatan kritis yang sepantas nya kita bincangkan adalah apa dan bagaimana sebetul nya sikap Pemerintah menghadapi situasi yang demikian ? Apakah Pemerintah memiliki solusi cerdas sehingga kaum muda banyak yamg ingin berkiprah menjadi petani ? Apakah ada penjaminan dari negara, bila ada kaum muda yang mau menjadi petani, mereka tidak bakal hidup menderita ? 

Salah satu keengganan kaum muda untuk berkiprah sebagai petani, karena profesi petani tampak tidak mampu merubah potret kemiskinan yang saat ini mendera kehidupan nya. Menjadi petani identik dengan masuk ke dunia kesengsaraan. Banyak kisah dan cerita, hidup jadi petani di negeri agraris, sama saja dengan melestarikan kemiskinan. 

Itulah sekilas pandangan yang terkait dengan kemiskinan petani. Aneh nya lagi, para orang tua yang kini berprofesi petani melarang anak-anak nya untuk menjadi petani. Pertanyaan nya adalah mengapa para orang tua melarang anak-anak mereka jadi petani ? Apakah mereka sudah sangat merasakan kesusahan nya menjadi petani. Atau, mereka berpikir janganlah suasana hidup miskin yang dialami nya, akan dirasakan pula oleh anak-anak mereka. 

Disodorkan pada kondisi yang demikian, Pemerintah seharus nya langsung bersikap dan membuat jaminan menjadi petani di negeri ini akan hidup sejahtera dan bahagia. Penjaminan ini betul-betul sangat dibutuhkan, agar kaum muda memiliki keyakinan baru jika dan hanya jika mereka memilih petani sebagai profesi kehidupan nya. Pertanyaan nya adalah apa, bagaimana dan seperti apa jaminan nya ? 

Jaminan jadi petani tidak akan hidup sengsara, mesti nya dirumuskan secara serius dan melibatkan berbagai komponen bangsa. Jaminan ini betul-betul menjadi garansi Pemerintah yang tidak hanya sekedar basa-basi politik. Petani tidak boleh hidup miskin. Petani harus sejahtera. Oleh karena nya, mari kita buktikan jadi petani itu pasti hidup bahagia. Percik permenungan seperti inilah yang paling pantas dilakukan ketika segenap bangsa memperingati Hari Tani Nasional 2022.** Prc6 



Sumber : Anggota DPRD Riau H Sugianto /  Editor : Lani

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku

Ahad, 05 Juli 2026 - 22:30:28 WIB

PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.

Riau Raya

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan

Ahad, 05 Juli 2026 - 11:16:12 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.

Riau Raya

Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi

Sabtu, 04 Juli 2026 - 19:34:38 WIB

PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.

Riau Raya

Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:12:50 WIB

PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.

Riau Raya

Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:50:02 WIB

PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.

Riau Raya

Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti

Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:59:52 WIB

PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.

Terkini

  • +INDEX
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
05 Juli 2026
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Orang Diringkus
05 Juli 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
05 Juli 2026
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
04 Juli 2026
Melihat Bhabinkamtibmas Polsek Batang Cenaku Rutin Dampingi Peternak Ikan
04 Juli 2026
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
04 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
04 Juli 2026
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
04 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
04 Juli 2026
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
04 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 2 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 3 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
  • 4 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 5 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 6 Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
  • 7 Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved