• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2365 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2733 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5284 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya
  • Indragiri Hulu

Inhu Peradaban Melayu

Icon Melayu dan Kerjaan Indragiri Bisa Jadi Acuan Pembangunan

M Lani

Sabtu, 24 September 2022 17:47:33 WIB
Cetak
Icon Melayu dan Kerjaan Indragiri Bisa Jadi Acuan Pembangunan
DR. Erwin Dimas, SE, DEA cucu dari Encik Alie Datuk Bendahara Kerajaan Indragiri

PELITARIAU, Inhu - Sudah saatnya Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau berbenah, membangkitkan Batang terendah menjadi misi utama semua pihak dengan menjadikan kebudayaan melayu dan kerajaan Indragiri sebagai Icon daerah, dengan demikian bisa melakukan pembangunan pada bidang wisata dan kebudayaan.

Pada abad ke 13 disebutkan kerajaan Indragiri yang berpusat di Kabupaten Inhu, sudah ada. Berdasarkan beberapa penelitian kerajaan Indragiri dipimpin oleh seorang sultan. Sultan ke XXV terakhir adalah Soeltan Mahmoedsjah Ibni Soeltan Isa Moedojatsjah dan Datuk Bendahara adalah Entjik Alie  Ibni Entjik Lambak.

Pemerintah republik Indonesia haruslah memperhatikan Inhu sebagai pusat peradaban adat melayu dan sejarah kerajaan indragiri, dengan adanya perhatian pemerintah pusat maka pembangunan di sektor wisata guna memunculkan kembali Inhu sebagai pusat peradaban melayu dan kerajaan Islam di Indonesia bisa dilaksanakan.

Menanggapi Inhu sebagai pusat peradaban adat melayu dan peradaban kerajaan Islam di indragiri, Erwin Dimas SE DEA cucu dari Encik Alie Datuk Bendahara Kerajaan Indragiri mendukung penuh rencana icon tersebut. 

"Terlepas dari tendensius apapun, Inhu harus dibangun disemua sektor, pertama adalah pada sektor budaya dan adat," kata Erwin Dimas anak mantan Bupati Inhil Drs H Bakir Alie yang saat ini Erwin Dimas berkarir di Bappenas RI berbincang dengan wartawan Sabtu (24/9/2022) di Pekanbaru 

Mengetahui adanya replika istana kerajaan Indragiri yang tidak dilakukan perawatan sejak diresmikan tahun 2008 serta gedung lembaga adat di lokasi objek wisata danau raja rengat yang kondisinya memprihatinkan, membuat Erwin Dimas kecewa dan semua pihak diharapkan melakukan perawatan aset tersebut dan difungsikan sesuai dengan fungsinya.

"Dengan dijadikan Inhu sebagai pusat peradaban kerajaan melayu Islam di Indragiri yang dipimpin oleh seorang Sultan, mudahan rencana pembangunan secara terus menerus bisa dialokasikan dari anggaran perintah pusat," ujar Erwin.

Sebagaimana diketahui, Indonesia lahir dari kerajaan-kerajaan besar di Nusantara pada masa lampau. Setiap wilayah memiliki raja dan daerah kekuasaan sendiri yang mengatur jalannya kegiatan pemerintahan kala itu.

Setelah Indonesia merdeka, beberapa kerajaan itu masih eksis secara fisik dan memiliki raja meskipun tak lagi berdaulat, sebab kedaulatannya diserahkan langsung kepada Indonesia. "Kakek saya Encik Alie Datuk Bendahara Kerajaan Indragiri diminta Sultan pendapatnya tentang bergabung dengan Indonesia atau tetap menjalankan pemerintahan kerajaan, saat itu kakek saya menyarankan agar kerajaan Indragiri bergabung dengan Indonesia," kata Erwin Dimas.

Kerajaan Indragiri saat itu tetap ada namun, hanya mengurus adat, sedangkan Encik Alie Datuk Bendahara Kerajaan Indragiri diangkat menjadi bupati pertama Indragiri yang wilayahnya saat itu meliputi Inhil dan Kunasing. 

"Saya mendukung Sultan Indragiri menjalankan tradisi kerajaan Indragiri yang berbentuk kegiatan kegiatan adat, sedangkan pemerintah kabupaten melakukan kegiatan pelayanan publik dan pembangunan Insfratruktur," ujar Erwin Dimas.

Saat ini di Indonesia kerajaan yang ada di Nusantara telah menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia, namun sejumlah kerajaan diakui oleh pemerintahan Indonesia dan masih menjalankan tradisi kerajaan, seperti:

Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon adalah Kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad 15-16 Masehi. Lokasinya yang strategis menjadikan Kesultanan Cirebon sebagai jalur perdagangan dan pelayaran penting antarpulau pada masa itu.

Kesultanan ini menjadi jembatan kebudayaan Jawa Tengah dan Jawa Barat, sehingga terciptalah kebudayaan yang khas yakni kebudayaan Cirebon yang berbeda dari kultur Jawa maupun Sunda.

Kasultanan Cirebon didirikan Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana pada 1430. Usai berhaji, Pangeran Cakrabuana mengganti namanya sebagai Haji Abdullah Imam.

Kesultanan Yogyakarta

Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat mulanya merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Islam yang terpecah dua. Pembagian wilayah kekuasaan tersebut tertuang dalam Perjanjian Giyanti pada 1755.

Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai sultan dengan gelar Hamengkubuwana I dan berkuasa atas daerah Yogyakarta. Setelah itu, Sri Sultan Hamengkubuwana I mendirikan keraton di pusat kota yang masih menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.

Pada 1950, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat resmi menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah pemerintahan daerah berotonomi khusus setingkat provinsi.

Sementara para penggantinya tetap mempertahankan gelar yang digunakan yakni Hamengkubuwana. Saat ini raja kesultanan Yogyakarta yang memerintah adalah Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sultan Hamengkubawana X yang menjabat sejak 1988.

Kasunanan Surakarta

Kasunanan Surakarta Hadinigrat adalah pecahan kedua dari Kerajaan Mataram Islam yang masih bertahan hingga sekarang. Kerajaan yang berpusat di Kota Surakarta atau Solo ini masih dijabat oleh Pakubuwana XIII.

Kasunan Surakarta adalah salah satu dari kerajaan di Indonesia yang masih ada sampai saat ini dan secara resmi telah menjadi bagian Negara Republik Indonesia (NKRI) sejak 1945.

Kompleks bangunan keratonnya masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini.

Kesultanan Ternate

Kesultanan Ternate atau disebut juga Kerajaan Gapi adalah kerajaan Islam yang berada di Kepulauan Maluku. Kerajaan yang didirikan oleh Sultan Marhum pada 1257 ini juga merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia.

Kesultanan ini memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara, dan mengalami kegemilangan pada paruh abad 16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya.

Kesultanan yang didirikan oleh Baab Mashur Malamo ini masih ada dan dijabat oleh Sultan Syarifuddin Bin Iskandar Muhammad Djabir Sjah sejak 2016, meskipun tidak lagi memegang kekuatan politik apa pun. ** Prc6 



Sumber : Prc6 /  Editor : Lani

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 2 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 3 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 4 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 5 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 6 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 7 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved