Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pekerjaan Penanaman Pipa SPAM Terkesan Amatiran
PELITARIAU, Pekanbaru - Pengerjaan proyek penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Pekanbaru, terkesan seperti amatiran. Ini kerap menjadi keluhan warga di kota bertuah, di lokasi menjadi tempat penggalian.
Keluhan warga sekitar karena tanah yang menjadi timbunan bekas galian selalu menghilang tergerus air saat hujan. Dikarenakan lunaknya tanah yang menjadi alas pipa
Menanggapi hal ini Pengamat Perkotaan, Dr Mardianto Manan MT, menjelaskan, dalam pekerjaan penananaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Pekanbaru, terlihat amatiran.
Dari pengamatan dilapangan banyak persoalan yang timbul dalam proyek pengerjaan ini. Bekas penimbunan saat hujan deras berlobang kembali dibeberapa titik.
Dalam hal ini Mardianto menyebutkan, dalam proyek penanaman pipa yang paling diperhatikan adalah kondisi fisik tanah di lokasi. Lihat juga kontur tanah di Pekanbaru, banyak yang rawa, artinya perlu pengerasan yang optimal.
Karena dalam penanaman pipa, ada perbedaan dalam proses pengerjaan, baik yang ditanam di tanah rawa, di gunung, laut, maupun tempat lainnya. Perlu pertimbangan tertentu.
"Tipikal tanah di Pekanbaru itu mayoritas rawa, teelihat diatasnya keras, tapi dibawah tanahnya lunak," jelas Mardianto kepada wartawan, Selasa (26/7/2022), di Pekanbaru.
Untuk itu, sebut dia, dalam setiap pengerjaan proyek, membutuhkan konsultan perencanaan, dan konsultan perencanaan ini mestinya membuat gambaran spesifikasi yang tepat.
"Lihat berapa meter kedalamnya, apa base yang tepat untuk pipa itu. Kan, itu ada di konsultan perencanaan. Saat proses pengerjaan, itu diawasi oleh konsultan pengawas. Masalahnya kita kan tidak tahu, siapa konsultan perencanaan dan konsultan pengawasan," sebut dia.
Mardianto yang juga anggota DPRD Riau ini meminta kepada pihak terkait, terutama PDAM Tirta Siak untuk membuka spesifikasi pekerjaan ini.
"Supaya masyarakat bisa mengawasi pekerjaan ini. Sebab, dampak yang ditimbulkan oleh pekerjaan ini sudah sangat menganggu,"pungkasnya.**Prc6
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.









