• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2364 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2732 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5283 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya
  • Pekanbaru

Fair and Expo 2022

Tenun Pekanbaru Perahu Anak Dagang Sapa Dunia, Ini Filosofinya

Ferry Anthony

Selasa, 21 Juni 2022 11:53:21 WIB
Cetak
Tenun Pekanbaru Perahu Anak Dagang Sapa Dunia, Ini Filosofinya
Puan Aspekraf bersama tim Ekraf feat Ondy Project menggelar fasion show hasil karya kain Tenun Pekanbaru, di Pekanbaru Fair and Expo 2022 di Mal Living Wold Pekanbaru, Rabu (15/6/20222) kemarin

PELITARIAU, Pekanbaru - Dalam Rangka hari jadi Kota Pekanbaru ke-238, Puan Aspekraf bersama tim Ekraf  feat Ondy Project menggelar fasion show hasil karya kain Tenun Pekanbaru, di Pekanbaru Fair and Expo 2022 di Mal Living Wold Pekanbaru, Rabu (15/6/20222).

Menurut Koordinator Puan Aspekraf Riau Irna Juita, ajang fashion show karya hasil tenun Pekanbaru ini merupakan salah satu program mempromosikan hasil karya pengrajin tenun Pekanbaru, sekaligus bersampena dengan HUT Kota Pekanbaru ke-238.

“Diharapkan dengan kagiatan ini, masayarakat semakin mengenal Tenun Pekanbaru sebagai warisan leluhur bangsa dan menjadikannya tuan rumah di negeri sendiri,. Semoga dengan Tenun Pekanbaru mampu meningkatkan ekonomi para pangrajinnya dan menjadi PAD Kota Pekanbaru,” kata Irna.

Sementara itu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pekanbaru Fitriyani Jamil, menyatanya dirinya sangat bersemangat dalam kegiatan ini. Karena acara Tenun Pekanbaru Menyapa Dunia disambut sangat meriah ditengah masyarakat Pekanbaru.

"Hari ini, para model fashion show mencoba memperkenalkan kain tenun Pekanbaru sebagai model kekinian yang siap digunakan sebagai dresscode sehari - hari. Ini budaya yang harus diperkenalkan kepada generasi Pekanbaru," kata Firayani Jamil.

Fitrayani juga menjelaskan panjang lebar mengenai filosofi Tenun Pekanbaru yang bernama "Perahu Anak Dagang".

Dirinya menjabarukan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang tak hanya dianugerahi bentangan alam yang sangat memukau, namun juga memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam. Salah satunya bisa kita lihat dari ragam kain tradisional di setiap daerah. Baik dilihat dari motif, pola, maupun warnanya, kain-kain tradisional di Indonesia itu berbeda satu dengan yang lainnya. Selain indah, keunikan ragam kain yang diwariskan secara turun temurun ini ternyata sarat akan filosofi dan cerita.

Ditilik dari sejarah kota Pekanbaru, pada masa dahulu hanya sebuah dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. 

Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam (1766-1780 M.), menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang).

Pembangunan kota Phekan Baru dilanjutkan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah adalah Sultan ke 5 Kerajaan Siak yang dikenal dengan Marhum Pekan yang juga pendiri kota Pekanbaru melanjutkan yang telah dirintis oleh Ayah beliau sehingga menjadi suatu pekan (pasar) yang besar dan ramai sebagai cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru saat ini.

Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M., berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu. Sejak saat itu, setiap tanggal 23 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. 

Mulai saat itu pula, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer dengan sebutan Pekan Baharu. Sejalan dengan perkembangannya, kini Pekan Baharu lebih populer disebut dengan sebutan Kota Pekanbaru, dan oleh pemerintah daerah ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Riau.

Sejarah kota Pekanbaru ini akan kami tuangkan dalam bentuk filosofi kerajinan tenun, yang mengutamakan kearifan budaya lokal. Menurut Dan River yang dikutip oleh Wildati (1997:12) “tenunan adalah proses membuat kain pada alat tenun dengan menyilangkan masing-masing benang lungsi dan benang pakan”. Agustiennyo berpendapat (1980:80) “tenunan dibuat dari benang adalah benang lungsi dan benang pakan yang dipersilangkan. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan, yaitu dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsin.

Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau juga memiliki tenunan yang menjadikan kebanggaannya, yakni kain tenunan songket. Kain ini merupakan jenis tenunan yang terbuat dari benang kapas serta diberi hiasan sulaman benang emas, benang perak, atau sutera. 

Awalnya, kain tenun  dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan hanya dikenakan pada acara-acara adat atau ritual keagamaan. Kini, kain tenun digunakan sehari-hari dan banyak dibuat untuk dijadikan sebagai buah tangan andalan dari Riau. 

Dengan berkembangnya zaman, maka kami Darmawanita Persatuan Kota Pekanbaru mengusung ide menciptakan tenun Kota Pekanbaru dengan motif perahu anak dagang dengan dikombinasikan riak gelombang di tepian kain. 

Ukuran kain 112 X250 cm  warna kain biru .dimana persilangan benang lrentang hitam dan benang pakan biru. Adapun motif riak jarak 5 cm dari tepi kain ke motif kaki kain , dilanjutkan Jarak 5 cm dari tepi kain dgn motif dada. Disamping itu ada jarak 4 cm dari motif siku di dada ke taburan pertama. Kemudian jarak 6 cm dari motif riak air ke taburan pertama.dilanjutkan dengan Jarak 11 cm dari taburan pertama ke taburan dua  menyamping. Terakhir jarak 12 cm dari taburan pertama ke taburan dua (bersebelahan).

Secara simbolis dan filosofis, kain tenun Pekanbaru memiliki makna yang mendalam. Sebagai contoh, motif perahu dianggap sebagai simbol perjalanan hidup manusia yang berdagang dan berlabuh di perairan sungai siak yang terletak di penggiran Kota Pekanbaru, dan terkenal dengan sungai terdalam di Indonesia.

Motif perahu anak dagang ini dianggap sebagai kendaraan yang membawa perjalanan kehidupan manusia, mulai dari masa kelahiran, masa anak-anak, remaja, dewasa, masa perkawinan, hingga kematian. Disamping itu perahu anak dagang ini merupakan simbolnya kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dari zaman ke zaman.

Filosofi motif gelombang/ riak air pasang surut di pinggir kain disusun yang merupakan gelombang/riak air ditepian sepanjang sungai siak menyimbolkan nuansa kehidupan ada pasang surut, naik turun dalam menjalani kehidupan, baik dalam berkeluarga maupun dalam usaha mengais rezeki sebagai anak dagang yang mengadu nasib di kota Pekanbaru.

Perahu anak dagang juga menggambarkan filosofi 5 pilar kota Pekanbaru sebagai kota Smart Madani. Salah satunya dengan Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Padat  Modal, pada Tiga Sektor Unggulan, yaitu Jasa, Perdagangan dan Industri. Dengan demikian tenun Pekanbaru dengan motif perahu anak dagang dan riak gelombang di tepian kain merupakan dinamika kehidupan arus perdagangan di kota Pekanbaru yang berdampak pada perdagangan dan industridi kota Pekanbaru hingga saat ini.

Penggunaan tenun Pekanbaru juga mencerminkan status sosial seseorang dalam masyarakat adat, apakah dia sebagai tokoh adat atau tokoh masyarakat. Dengan demikian kami Darma wanita Persatuan  Kota Pekanbaru  berharap tenunan dengan motif perahu anak dagang ini akan membuka peluang bagi penenun dan UMKM untuk mengembangkan usaha industri rumahan ini, sehingga geliat ekonomi di kota Pekanbaru menjadi lebih pesat sebagai kota Industri dan mampu bersaing dengan tenunan dari derah lain.

Perahu anak dagang juga menggambarkan filosofi 5 pilar kota Pekanbaru sebagai kota Smart Madani. Salah satunya dengan Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Padat  Modal, pada Tiga Sektor Unggulan, yaitu Jasa, Perdagangan dan Industri. 

Dengan demikian tenun Pekanbaru dengan motif perahu anak dagang dan riak gelombang di tepian kain merupakan dinamika kehidupan arus perdagangan di kota Pekanbaru yang berdampak pada perdagangan dan industridi kota Pekanbaru hingga saat ini.

Penggunaan tenun Pekanbaru juga mencerminkan status sosial seseorang dalam masyarakat adat, apakah dia sebagai tokoh adat atau tokoh masyarakat. Dengan demikian kami Darmawanita Persatuan  Kota Pekanbaru  berharap tenunan dengan motif perahu anak dagang ini akan membuka peluang bagi penenun dan UMKM untuk mengembangkan usaha industri rumahan ini, sehingga geliat ekonomi di kota Pekanbaru menjadi lebih pesat sebagai kota Industri dan mampu bersaing dengan tenunan dari derah lain. **Prc7



Sumber : Dokpim.pekanbaru /  Editor : Ferry Anthony

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026
Utamakan Pelayanan, Klinik Lapas Bersama Ka.KPLP Tangani Pengunjung Yang Alami Gangguan Kesehatan
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 2 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 3 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 4 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 5 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan
  • 6 Bupati Asmar Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
  • 7 Bupati Asmar dan Wabup Muzamil Hadiri Pelepasan Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved