Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dinilai Merusak Lingkungan
Tambang "Emas Putih" di Batang Gansal Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
PELITARIAU, Inhu - Eksploitasi "Emas putih" batu putih campur pasir (Sertu,red) oleh sejumlah pengusaha tambang menggunakan alat berat jenis exkapator, melakukan pengerukan Sertu diduga ilegal di Desa Belimbing yang melintasi jalan Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, kembali mendapat sorotan masyarakat.
Karena selain dinilai merusak lingkungan, ekosistem alam atas aktifitas tanpa menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) analisa dampak lingkungan, aktifitas 6 pengusaha tambang itu dinilai berpotensi menimbulkan kerugian Negara dan daerah sebab diduga tidak mengantongi perizinan yang lengkap.
Direktur Eksekutive Riau Development Watch (RDW) sebuah Yayasan yang konsen mengkritisi kebijakan Pemerintah di Riau, Muhammad Soleh mendesak Aparat hukum menyelidiki dugaan ilegal tambang sertu tersebut. "Kami dapat laporan masyarakat di Inhu, yang menyebut ada penambangan ilegal didesa Belimbing-Inhu. Dari sisi lingkungan ini berpotensi merusak ekosistim. Namun untuk memastikan apakah ada potensi kerugian negara atau daerah tentu akan kita kordinasikan dengan pihak terkait," ungkap Soleh seperti dilansir BerazamCom.
Soleh menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan kordinasi dengan Polda Riau. "Masalah ini akan kita kordinasikan dengan pihak Dirkrimsus Polda Riau," imbuh Soleh.
Sebelumnya, masalah tambang emas putih di Desa Belimbing sudah diangkat oleh pemerhati lingkungan Ali Amsar.
Kepada wartawan Sabtu (15/1/2022) lalu, usai melihat kondisi lokasi tambang batu putih di Desa Belimbing, ratusan armada angkutan yang disebut sebut "emas putih" itu melintasi jalan Desa Danau Rambai.
"Kemarin pernah melalui surat resmi saya laporkan ke Polres Inhu, dua pelaku tambang itu pernah diproses hukum dan alat berat jenis Kobelco juga diamankan," kata Ali Amsar.
Namun lanjut Ali, hanya satu tahun terhenti, kini penambangan itu kembali marak dan merusak lingkungan. "Lihatlah kesana, banyak danau danau terbentuk dan tidak dilakukan reklamasi," ujar Ali Amsar.
Melihat kondisi tersebut Ali Amsar akan melaporkan para pengusaha tambang yang beromset milyaran rupiah per-bulan itu ke Polda Riau dalam waktu dekat.
"Sudah dua tahun terakhir ini mulai buka. Para penambang itu akan saya laporkan ke Kapolda Riau, Kapolri dan Kejati serta Jaksa Agung," tegasnya. **prc
Nurul ikhsan Gelar Reses di Kelurahan Perhentian Marpoyan Damai Dan Tampung Keluhan Warga
PELITARIAU, PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dari Partai Gerindra&.
Kapolsek Batang Cenaku Monitoring Lahan Pertanian Warga di Desa Aur Cina
PELITARIAU, Inhu - Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasi.
Kapolres Indragiri Hilir Perkuat Sinergi TNI, Polri dan Kejaksaan Lewat Silaturahmi
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Dalam rangka memperkuat sinergitas antar aparat .
Welcome and Farewell Parade, AKBP Donny Eko Listianto Resmi Sambut Tongkat Komando Polres Indragiri Hilir
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Polres Indragiri Hilir menggelar kegiatan Welcom.
Pererat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Meranti Jalin Silaturahmi Dengan Kejari
PELITARIAU,Meranti - Komitmen memperkuat sinergi antar aparat penegak hukum di K.
Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi Disambut Meriah LAMR Rokan Hilir
PELITARIAU,Rohil - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti m.









