Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mitos atau Fakta
Ket Tjing : Hujan Saat Perayaan Tahun Baru Imlek Bertanda Berkah
PELITARIAU, Pekanbaru - Benarkah Hujan saat Imlek Membawa Berkah? Pertanyaan ini selalu membuat penasaran masyarakat. Bukan tanpa sebab, hampir setiap perayaan tahun baru Imlek di negara kita selalu diguyur hujan.
Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagaimana dikutip PELITARIAU dari Cakaplah.com, telah memprakirakan pergantian tahun baru Imlek 2573 di Provinsi Riau akan diwarnai guyuran hujan.
Apakah mitos atau fakta, Bagi masyarakat Tionghoa, hujan di saat perayaan Imlek sering disebut sebagai pertanda akan datang banyak rejeki yang berlimpah.
Aktivis Budhis, Sosial dan Budaya Tionghoa Riau Ket Tjing mengatakan, secara kepercayaan Tionghoa pada umumnya, hujan itu dianggap berkah.
"Walaupun kepercayaan ini sah-sah saja, mudah-mudahan tentu bukan malah banjir yang terjadi, apalagi di Pekanbaru kan setiap hujan banyak daerah-daerah yang terkena banjir. Namun secara kepercayaan Tionghoa, hujan membawa berkah, meskipun hanya gerimis saja," ujar Ket Tjing.
Ketua bidang Humas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau ini juga mengatakan setiap tahunnya memang di saat tahun baru Imlek, Indonesia hampir selalu diguyur hujan.
"Kebetulan memang ketika masuk tahun baru imlek, khususnya di Indonesia bertepatan dengan mulainya musim hujan, jadi memang hampir selalu hujan di saat perayaan Imlek," ulasnya.
Dikatakan Ket Tjing, tahun ini perayaan Imlek juga dirayakan secara sederhana saja. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah.
"Karena kita sudah sekitar 2 tahun dilanda pandemi Covid-19, di dalam perayaan sukacita kali ini, sesuai dengan imbauan pemerintah, kita masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek dilakukan dalam suasana sederhana dan tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan," imbauannya.
Rata-rata tokoh tionghoa juga tidak melakukan open house, hanya acara intern keluarga saja.
"Mudah-mudahan di tahun macan air ini Covid-19 yang melanda dunia khususnya di Indonesia bisa segera berakhir," harap Ket Tjing. **Prc7
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









