Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pembangunan Whitstleblowing System
Rapat Bersama Pemprov Riau, Ini Kata KPK RI
PELITARIAU, PEKANBARU - Saat menggelar rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, perwakilan KPK RI, Anastasya memaparkan kesiapan pembangunan Whitstleblowing System (WBS) terintegrasi di Provinsi Riau. Kegiatan ini digelar secara virtual, dihadiri oleh Sekdaprov Riau, SF Hariyanto, di Riau Command Center, Senin (10/01/2021).
Melalui rapat tersebut, ia menyampaikan pihak KPK akan melaksanakan pemotretan terhadap kondisi Provinsi Riau dalam rangka kesiapan WBS.
"Nanti akan ada beberapa poin, yang akan kita laksanakan dalam proses asesmen ini," katanya.
Ia menjelaskan, adapun komponen asesmen untuk pemotretan di Pemprov Riau terdapat empat poin yaitu, pertama komitmen pimpinan. Di Provinsi Riau, menurutnya sudah adanya komitmen langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar untuk dibangun WBS terintegrasi bersama KPK.
"Sehingga kalau dilihat dari komponen dari pimpinannya sudah jelas," ucapnya.
Anas menyebutkan, komitmen Gubernur Riau yaitu adanya keinginan terhadap saluran komunikasi penyampaian pengaduan, yang bisa terintegrasi dengan KPK.
Komponen kedua, yaitu kebijakan atau adanya regulasi yang memperkuat WBS tersebut seperti aturan pelaksanaan WBS, pembentukan tim, teknis SOP pelaksanaan WBS. Lalu, perlindungan pelapor dan perlindungan terhadap komponen WBS atau yang menjalankan tupoksi pengajuan WBS.
"Saat ini tahapan regulasi WBS di tingkat provinsi cenderung masih dari Pergub mengenai WBS nya, tapi untuk turunannya seiiring waktu mereka akan melaksanakan terkait SOP nya. Jadi masih tahap belajar jadi jangan khawatir jika Pemprov Riau belum ada karena kita akan sama-sama belajar," jelasnya.
Ketiga, berkenaan budaya organisasi. Di mana di setiap provinsi memiliki budaya yang berbeda seperti adanya keengganan pada budaya yang enggan untuk melaporkan. Sehingga, perlunya untuk meningkatkan budaya sehingga mau melaporkan dugaan penyimpanan yang terlihat.
"Perlunya dibangun budaya terhadap tindakan korupsi, tentang bagaimana merespon tindak korupsi tersebut, hal ini juga bisa di terapkan di lingkungan Pemprov Riau," lanjutnya.
Komponen keempat, yaitu aplikasi terkoneksi. Ia mengungkapkan jika Pemprov Riau telah memiliki aplikasi pengaduan maka tinggal melakukan koneksi kepada aplikasi dari KPK.
"Namun, jika Pemprov Riau belum memiliki aplikasi pengaduan, bisa menggunakan aplikasi milik KPK. Nanti semua tergantung keputusan dari Pemprov Riau untuk memilih cara yang seperti apa," sebutnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekdaprov Riau, SF Hariyanto menuturkan bahwa komitmen pimpinan dalam hal ini Gubernur Riau Syamsuar untuk membangun Pemprov Riau lebih baik kedepannya.
"Saya juga melihat adanya peraturan berkenaan pengaduan yang masih belum pas," ujarnya.
Sehingga, ungkapnya perlunya kepastian hukum yang mengatur terhadap pelaporan dan pemberian sanksi terhadap yang telah terbukti melakukan pelanggaran.
Untuk itu, ia berharap WBS ini dapat berjalan. Selain itu, seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Riau mau ikut melaporkan terhadap siapa yang berbuat terlebih jika sudah adanya aturan yang telah diatur untuk menjamin indentitas pelapor tersebut.
"Inilah bentuk harapan Pak Gubernur Riau agar hal ini dapat dibenahi agar tidak terjadi masalah dikemudian hari," tutupnya. **Prc7
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









