Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Warisan Dunia
Gubri Jadi Gubernur Pertama Yang Dukung Pantun Sebagai Warisan Dunia
PELITARIAU, PEKANBARU - Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat, Pudentia MPPS menyampaikan bahwa Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menjadi Gubernur pertama di Indonesia yang membuka diri dan mendukung pantun sebagai warisan dunia.
Hal ini disampaikannya dalam acara Puncak Kenduri Pantun 2021 di Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru, Jumat (17/12/2021) malam.
"Gubernur Riau membuka diri yang pertama, jadi dukungan pertama datang dari Riau. Terima kasih pada Riau," ucapnya.
Pada saat ditetapkannya pantun sebagai warisan dunia hanya ada beberapa perwakilan yang hadir, termasuk Gubri. Akan tetapi, menurutnya, itulah momen penting yang menandai bagaimana satu tekad, satu cita-cita mulia untuk mengangkat marwah Melayu ke tingkat dunia.
"Ini akhirnya direstui dan Yang Maha Kuasa berkenan juga melancarkan semua jalan. Walaupun memang juga cukup panjang dan mendulang lagi dukungan dari Kepulauan Riau kemudian juga dari beberapa teman daerah lainnya," ujarnya.
Pudentia MPPS melanjutkan, pada tiga tahun yang lalu sebelum ditetapkan pantun sebagai warisan dunia di tahun 2020. Pada tahun 2017, ATL menginisiasi untuk memasukkan pantun sebagai warisan dunia.
Namun pada saat itu, sebutnya, banyak pihak yang belum yakin karena pantun hanya dinilai larik-larik empat baris pada sampiran dan ada isi. Namun ia kemudian mengadakan kajian akademik bersama teman-temannya dan mengatakan tidak ada pantun di daerah lain kecuali di Indonesia khususnya Melayu.
Namun ternyata, setelah beberapa lama pantun juga dinyatakan ada di Malaysia. Dijelaskan Pudentia MPPS, pihak Malaysia juga pada saat itu juga sangat terbuka dan beberapa kali datang ke Jakarta. Yang mana kemudian jadilah usulan nominasi join nomination Indonesia-Malaysia yang pertama sekaligus kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia yang pertama.
"Ini adalah join nomination Indonesia yang pertama dengan negara lain yaitu dengan Malaysia," sebutnya.
Ia mengatakan, semua pihak patut bersyukur atas ditetapkannya pantun sebagai warisan dunia. Kemudian, ia juga meminta dukungan banyak pihak agar usulan 17 Desember menjadi hari pantun dapat terwujud.
"Jadi kita patut bersyukur dan mudah-mudahan pak gubernur dapat terus support dan bisa juga nanti kita berhasil untuk mengusulkan 17 Desember menjadi hari pantun dengan doa kita semua, mudah-mudahan," tutupnya. **Prc7
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









