Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Jelang HUT RI, Ratusan Siswa SD di Solo Bersihkan Monumen 45
PELITARIAU - Jelang perayaan HUT RI, ratusan siswa dari sejumlah SD (sekolah dasar) di Solo, membersihkan Monumen 45 Banjarsari, Selasa (12/8). Monumen bersejarah ini merupakan salah satu monumen yang menjadi simbol perjuangan rakyat Solo pada masa penjajahan.
Dengan peralatan, sapu, sikat, lap, serta peralatan pel, mereka membersihkan seluruh bagian monumen. Mulai dari lantai dasar, relief tembok, hingga patung para pejuang yang berada di bagian atas monumen.
Putu Havana kelas 6 SD Cemara Dua mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Meski ia tak mengerti sejarah monumen kebanggaan warga Solo itu, seperti dilansir merdeka.com.
"Saya tidak tahu sejarahnya, cuma melihat patung-patung perjuangan saya ingin ikut merawatnya," ujar Putu bangga.
Salsabila siswa lainnya, juga mengaku tak tahu sejarah monumen yang dulu digunakan ribuan PKL untuk berdagang tersebut.
"Kalau saya pingin meniru perjuangan dan sikap kepahlawanan para pejuang. Tekadnya, sikap rela berkorban untuk negeri, sangat baik untuk dijadikan contoh untuk anak muda jama sekarang," katanya.
Berbeda dengan Happy Annisa, siswi lainnya, ia berharap bisa memberikan contoh kepada siswa yang lain untuk mau merawat peninggalan sejarah bangsa.
"Kalau bukan kita, siapa yang akan merawat monumen seperti ini," ucapnya.
Monumen 45 merupakan sebuah monumen yang dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah di kota Solo, yaitu Serangan Umum 4 Hari yang terjadi pada tanggal 7-10 Agustus 1949.
Monumen ini didirikan di Taman Banjarsari dimana serangan tersebut terjadi. Penggagas serangan tersebut adalah Letkol Slamet Riyadi dan rekannya Mayor Ahmadi yang kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional.
Jasa Letkol Slamet Riyadi di abadikan dalam tugu yang ada di RS Slamet Riyadi dan patung raksasa di bundaran Gladag. Sedangkan Mayor Ahmadi, jasanya dikenang lewat patung yang didirikan di Poroliman yang lokasinya tak jauh dari Monumen 45. (PR-cr.Ram)
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.








