Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Bantuan Mobil Lab PCR
Terima Mobil Lab PCR dari Kemendagri, Ini yang Disampaikan Gubernur Riau
PELITARIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar menerima bantuan Mobil Laboratorium Polymerase Chain Reaction Test (PCR) Covid-19 atau Mobil Lab dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dihalaman Gedung Daerah, Sabtu (4/12/2021).
"Alhamdulillah, hari ini mobil lab PCR sudah tiba di Pekanbaru, kami dan tim kesehatan telah meninjau mobil yang telah sampai disini. Dan sekaligus diberikan petunjuk agar mudah mengoperasionalkannya," ucap Gubri.
Gubri Syamsuar, mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri Dalam Negeri. Diharapkan Mobil Lab PCR ini dapat dimanfaatkan hingga ke daerah-daerah terutama daerah pelabuhan keluar masuk orang yang datang, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Mengkapan Siak, termasuk juga bandara. Selain itu, mobil Lab PCR ini juga dapat ditempatkan di daerah-daerah yang kasus positifnya tinggi.
"Saat ini hanya ada 5 daerah yang memiliki lab PCR, mobil PCR ini bisa kita peruntukkan untuk daerah-daerah yang belum memiliki lab PCR itu. Sehingga nanti bisa dengan cepat mengetahui sejauh mana penularan Covid-19 di daerah tersebut," ungkapnya.
Dijelaskan Gubri, Mobil lab PCR ini masih dalam status pinjam pakai. Dalam proses administrasinya masih menunggu persetujuan hibah dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Namun demikian, mobil ini sudah bisa dioperasionalkan sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Riau.
"Harapan kami kepada masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan, apalagi saat ini varian baru Omicron sudah sampai ke Malaysia dan Singapura. Saya mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk senantiasa mengawasi pelabuhan-pelabuhan dan pintu masuk yang bisa menimbulkan penularan Covid-19 yang baru," harapnya.
lebih lanjut, Gubernur Riau berharap dukungan dari seluruh masyarakat agar protokol kesehatan dapat dipatuhi dengan baik sekaligus pelaksanaan vaksinasi harus diikuti secara masif. Saat ini stok vaksin yanh ada di Riau sekitar 600 ribu yang telah diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
"Saya sudah melaksanakan rapat bersama Forkopimda baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau senin lalu. Harapan saya segara manfaatkan agar target vaksinasi 70% bisa dipenuhi oleh semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau. Kami meminta bantuan kepada Kapolda dan Danrem kiranya dapat juga membantu pelaksanaan vaksinasi massal ini," ujar Gubri.
Gubri juga mengingatkan terutama Kepala Sekolah ditingkat SMP, tadrasah Tsanawiyah (MTs), Pondok Pesantren ataupun yang sudah wajib vaksin agar dapat didaftarkan melalui Kartu Penduduk (KK) orangtuanya. Karena banyak saat vaksinasi disekolah atau diperuntukkan untuk anak-anak sekolah tetapi pihak sekolah tidak membekali untuk membawa Kartu Keluarga orangtuanya karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Harapan saya kepada semua Kepala Sekolah khususnya kepada Dinas Kesehatan se-Provinsi Riau agar dapat memberitahukan kepada semua Kepala Sekolah agar anak-anak yang belum vaksin pada saat vaksinasi membawa KK orangtuanya sehingga dapat didaftarkan oleh tenaga medis dan dimasukkan kedalam aplikasi," ujar Syamsuar.
Terkait dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menurutnya sudah ada peraturan-peraturan terkait dalam hal bepergian termasuk juga pengetatan ditempat-tempat tertentu untuk dapat dipatuhi. Karena Pemprov Riau bersama Kapolda Riau akan menentukan pos-pos penyekatan. Gubri juga mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat karena hal ini bukan dilakukan untuk mempersulit tetapi untuk menjaga masyarakat dari penularan Covid-19," ungkapnya.
Selain itu, Gubri juga mengatakan bahwa menurut informasinya alat ini merupakan laboratorium kesehatan yang dapat mengecek seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak dalam waktu kurang lebih tiga jam per sampel pasien. Pasien bakal mengetahui hasil pemeriksaannya paling lama 1x24 jam.
"Kita lihat nanti, mudah-mudahan tanggal 2 Januari nanti kita bisa uji coba. Saat ini kita menunggu vendor untuk melatih teman-teman yang sudah disiapkan sehingga nanti kita uji coba," tutupnya.
Turut mendampingi Gubernur Riau, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setdaprov Riau Masrul Kasmy, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Riau Rahima Erna, Kepala BPKAD Provinsi Riau Indra SE, Kepala Bidang P2P Dinkes Riau Muhammad Ridwan, dan Perwakilan Tim Medis dan Laboratorium di Provinsi Riau. **Prc7
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









