Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Penanggulangan Kemiskinan di Riau
Ini Kata Wagubri Edy Natar Nasution
PELITARIAU, PEKANBARU - Dalam rangka akselerasi penanggulangan kemiskinan di Provinsi Riau Tahun 2021, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Riau menggelar rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Riau 2021 di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (30/11/2021).
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Nasution. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa TKPK Riau menyusun dokumen rencana penanggulangan kemiskinan daerah (RPKD) yaitu untuk menetapkan konsep pemahaman kemiskinan dan ruang lingkup intervensi kebijakan dalam upaya penanggulangannya.
Adapun tiga isu yang perlu menjadi perhatian terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di Provinsi Riau berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan TKPK Provinsi Riau diantaranya anggaran.
Dimana peta kapasitas fiskal daerah Provinsi Riau pada tahun 2021 termasuk dalam level nomor dua yakni kategori tinggi dengan indeks kapasitas fiskal daerah (KFD) 0,887. Mengalami penurunan sebesar 0,129 poin dibanding tahun 2020.
"Ini menunjukkan kapasitas fiskal daerah Provinsi Riau cukup memadai untuk secara bertahap menyelesaikan persoalan kemiskinan," jelasnya.
Namun, dari sisi derajat otonomi fiskal tahun 2021 daerah Provinsi Riau masih bergantung pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar 55,7 persen.
"Hal ini patut menjadi perhatian seluruh elemen di Pemerintah Provinsi Riau agar meningkatkan inovasi meningkatkan pendapatan asli daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal," ucapnya.
Isu kedua, dari dimensi pendidikan, salah satu hasil yang diperoleh bahwa capaian angka partisipasi murni (APM) tingkat SMA/MA masih di bawah capaian nasional. Namun, trend perkembangan antar waktu menunjukkan positif meski sempat mengalami penurunan di tahun 2020.
"Maka diharapkan melalui program yang mendukung peningkatan capaian indikator pendidikan seperti sekolah terbuka, bantuan bagi masyarakat tidak mampu dapat bersama-sama untuk ikut menyelesaikan persoalan ini," tuturnya.
Isu ketiga, dimensi kesehatan di Provinsi Riau persentase capaian cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2020 baru mencapai 67,2 persen.
"Artinya masih cukup banyak Provinsi Riau yang urusan kesehatannya tidak sepenuhnya terlindungi oleh program pemerintah berupa JKN," sebutnya.
Sehingga, isu kesehatan ini menjadi perhatian dan sebagai upaya bagi pemerintah daerah untuk secara bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya JKN.
"Tentunya, hal ini sebagai upaya pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat terjamin biaya kesehatannya," ujar Wagubri. **Prc7
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









