Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Diduga Depresi
IRT di Pekanbaru Gantung Diri
PELITARIAU, Pekanbaru - Warga Jalan Cendrawasih, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau, dihebohkan dengan ditemukannya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan inisial S (55) tewas bunuh diri dengan posisi tergantung di dalam rumahnya, Senin sore (25/10)21).
Dari informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian, Warga sekitar memperkirakan korban sudah 4 hari meninggal dunia.
Mirisnya, saat korban ditemukan di dalam rumah tersebut, warga juga menemukan anak korban sekira berusia 17 tahun yang mengalami cacat mental dalam kondisi lemah diduga tidak makan, sejak ibunya tewas.
Peristiwa ini dibenarkan Kapolsek Sukajadi, Kompol Hendrizal Gani, kepada Kitakini.news di lokasi kejadian.
Dikatakan Kapolsek, Mayat S ditemukan berawal saat warga setempat mencium bau tak sedap dari sekitar rumah S. Kemudian setelah warga mendekati rumah S, tepat di jendela kamarnya terlihat banyak lalat yang beterbangan.
Warga yang penasaran dan curiga dengan kondisi itu lalu melaporkan hal tersebut ke Polsek Sukajadi. Tidak lama setelah dilaporkan, Tim Opsnal Polsek Sukajadi datang ke lokasi kejadian, dan mendobrak rumah korban.
"Ternyata benar, korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas membusuk dengan posisi tergantung. Kemudian di dalam rumah juga ada anak korban, namun karena cacat mental, diduga anak S tidak dapat berbuat apaapa. Anak korban ditemukan dengan kondisi sangat memprihatinkan diduga tidak makan," sebut Kapolsek.
Diungkapkan Kapolsek, informasi yang didapat dari warga sekitar, Korban S ini diduga mengalami depresi dan stres semenjak ditinggal mati oleh suaminya sekitar 1 bulan lalu.
"Suami korban kebetulan baru satu bulan yang lalu sudah meningal karena Covid-19. Biasanya mereka berdua yang merawat dan mengasuh anaknya. Mungkin itu salah satu pemikiran korban menjadi stres serta melihat anaknya seperti itu dan suaminya sudah meninggal, mungkin itu penyebab dari kejadian ini," sebut Kompol Hendrizal Gani.
Saat ini kata Kapolsek, jenazah sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Aparat Kepolisian tengah menunggu kedatangan anak Korban yang kini berada di Sumatera Barat.
"Kita sedang menunggu satu anak S yang sedang kuliah di Padang. Apakah jenazah ini dilakukan autopsi atau langsung dikuburkan oleh pihak keluarga," terang Kompol Hendrizal Gani. **Prc7
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









