Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Cegah Penyebaran Covid 19
Pemprov Riau Antisipasi Klaster Sekolah
PELITARIAU, Pekanbaru - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Provinsi Riau sejauh ini berjalan lancar, sejak dimulai pada awal September lalu.
"Sekolah tatap muka, setelah kita evaluasi di kabupaten/kota sejauh ini tidak ada persoalan dan berjalan lancar," sebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Zul Ikram, Sabtu (25/9/2021) di Pekanbaru.
Karenanya, kata Zul Ikram, jika kedepan perkembangan pandemi COVID-19 tidak ada meningkatan kasus. Maka, pihaknya akan koordinasi dengan Satgas COVID-19 dan Ahli Epidemologi Riau untuk mendapatkan rekomendasi bisa melaksanakan PTM Terbatas sebanyak 75 persen.
"Kalau sekarang perencanaan kita sekolah tatap muka masih 50 persen sesuai dengan ketersediaan kelas. Harapan kita setelah nanti dilakukan evaluasi Satgas Covid-19, Ahli Epidemologi dan para pihak di kabupaten/kota, sekolah tatap muka bisa meningkat 75 persen," harap Kadisdik Riau.
Disinggung sesuai perencanaan kapan sekolah tatap muka 75 persen dimulai, Zul Ikram menyatakan sesuai dengan pemetaan yang dilakukan, ditargetkan PTM Terbatas 75 persen dapat diperkirakan pada November mendatang.
"Insya Allah sesuai pemetaan yang kita buat, sekolah tatap muka tahap kedua (75 persen) November. Karena tahap pertama kita mulai awal September-Oktober. Kalau rekomendasi Satgas dan Ahli Epidemologi nanti sekolah tatap muka bisa dinaikan 75 persen, maka kita rencanakan pada bulan November," terangnya.
Ditanya antisipasi klaster sekolah, karena di pulau Jawa sudah terjadi klaster sekolah, Zul Ikram mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan satuan pendidikan untuk memperketat protokol kesehatan selama proses belajar mengajar.
"Kita juga sudah minta warga sekolah untuk taat azas protokol kesehatan. Kemudian sekolah harus mengingatkan orang tua untuk memonitor anak-anaknya. Karena setelah siswa pulang sekolah itu kita tidak bisa mendeteksi keberadaan siswa. Untuk itu perlu peran orang tua mengawasi anaknya, sebab kita khawatir penularan terjadi di luar sekolah," imbaunya. **Prc7
Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu
PELITARIAU,Meranti - Komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam memberantas p.
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.









