Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Buat Parit Batas TNTN
Gajah Vs Manusia di Kelurahan Peranap Kembali Terjadi, Dodi: Sudah Ratusan Hektar Kebun Rusak
PELITARIAU, Inhu - Ratusan haktar kebun kelapa sawit milik masyarakat di Kecamatan Peranap rusak, pasalnya beberapa ekor ekor gajah liar kembali masuki pekarangan rumah warga dan memakan tanaman kelapa sawit milik masyarakat, gajah liar vs masyarakat sudah terjadi di Kecamatan Peranap sejak 1990 sampai tahun 2021 ini.
Sejak 4 bulan terakhir di tahun 2021 ini, gerombolan gajah liar memasuki permukiman warga di Kelurahan Peranap dan Desa Batu Rijal Hilir Kecamatan Peranap, setelah hancurnya kebun kelapa sawit milik warga, 2 ekor gajah liar berhasil ditangkap oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), namun saat ini Sabtu (28/8/2021) dua ekor gajah liar kembali ke permukiman warga Keluarga Peranap.
"Kabar yang saya dapat, sudah ratusan haktar kebun kelapa sawit di Peranap dirusak oleh kawanan gajah liar," kata ketua komisi II DPRD Inhu Dodi Irawan kepada wartawan Minggu (29/8/2021).
Dijelaskan Dodi, jarak Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) hanya lebih kurang 40 km, pembatas areal TNTN ada parit namun, saat ini parit tersebut sudah dangkal dan perlu direhab dan di perbesar, agar gajah dari TNTN tidak bisa menyebrang masuk ke perkebunan dan pemukiman warga.
"Parit batas TNTN perlu di perbesar, apa guna program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) jika kebun yang ada saja saat ini dirusak oleh kawanan gajah liar," jelas politisi PKB berjargon lebah ini.
Masyarakat Kelurahan Peranap dan masyarakat Batu Rijal Hilir yang saat ini was was ketika hendak ke kebun, sebab pada siang hari dan malam hari gajah terus berkeliaran dari kebun sawot warga ke kebun lainnya. "Pucuk sawit dimakan oleh gajah, sawit tidak hidup lagi," jelasnya.
Dikawatirkan, jika konflik gajah dengan masyarakat Peranap terus terjadi, makan dikawatirkan masyarakat bisa nekat membunuh gajah dan akan berdampak pada perbuatan pidana, sebab gajah adalah hewannyang dilindungi undang-undang
Akibat, masyarakat tidak bisa bekerja, bekerja penuh dengan was was
Jika gajah dibunuh akan jadi masalah.
Menurut cerita Dodi, dirinya lahir dan dibesarkan di Peranap, konflik gajah dengan manusia di Peranap sudah terjadi sejak tahun 1990, belum dilihat aksinyata dalam menangani konflik gajah di Kabupaten Inhu. "Selain cerita ratusan haktar kebun masyarakat di rusak, manusia dibunuh oleh gajah, pernah juga ditemukan gajah mati diracun, gajah mati di tembak dan cerita lainnya konflik gajah manusia dengan gajah," kata Dodi. **prc
Pesilat Perguruan Satria Muda Komwil Meranti Raih Emas Wakili Riau Ketingkat Nasional
PELITARIAU, Meranti - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pelajar di bidan.
Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas, Lewat Police Go To School di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru
PELITARIAU, PEKANBARU – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus me.
Pemko Pekanbaru Kebut Proyek Drainase 1,2 KM di Jalan Dharma Bakti, Target Tuntas Akhir 2026 Atasi Banjir Payung Sekaki
PELITARIAU, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru tancap gas atasi banjir tahu.
WaliKota Paisal Sambut Kapolres Baru Dumai, Dengan Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar
PELITARIAU, DUMAI – Tradisi adat Melayu kembali mewarnai proses serah terima j.
Temui Wamenaker RI, Wabup Muzamil Bahas Peningkatan Mutu BLK dan Tenaga Kerja Meranti
PELITARIAU,Jakarta - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, SM, MM, .
Reses di RW 09 Perhentian Marpoyan, Fikry Raihan Ramadhana Serap Aspirasi Warga Soal Ekonomi dan Infrastruktur
PELITARIAU PEKANBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kot.









