Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Perang Air Di Meranti Daya Tarik Wisata
PELITARIAU, Selatpanjang – Perang air yang terjadi di setiap perayaan Imlek di kota Meranti merupakan salah satu daya tarik wisatawan. Untuk Dinas Pariwisata Budaya Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, menilai perang air sangat berguna bagi masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekertaris Disparpora Drs H Ismail Arsyad kepada Pelitariau.com Jum'at (13/02). Menurutnya air mineral yang dikemas dalam gelas atau dalam botol oleh pabrik, siap di gunakan oleh masyarakat yang akan merayakan imlek tidak mungkin untuk dicegah.
"Kami menanggapi hal ini, dan juga menurut kami ini suatu daya tarik wisata, dan ini bukan budaya namun suatu kebiasaan masyarakat Tionghua di Meranti yang datang atau yang berkunjung ke Meranti. Ikut serta dalam bermain perang air dengan senjata air atau pistol peluru air, dan sudah ada sejak dari dahulu sebelum pemekaran kab Meranti,"Terangnya.
Menurutnya hal tersebut itu sudah menjandi daya tarik parawisatawan yang tidak mungkin di hilangkan pada perayaan imlek mendatang.
Dikatakan Sekertaris Disparpora Ini, cuma sekarang harapan kita perang air ini agar dapat ditertipkan, agar tidak ada perang air dengan membawa ember.
"Jadi berperang airlah dengan air yang sudah di kemas oleh pabrik, dan semprot air ini yang akan menjadi daya tarik wisatawan, seperti yang di lakukan di Negara Thailand dan Negara yang lainnya,"sebut H Ismail Ini.
Karena perang air bukan hanya di lakukan suku Tionghoa saja, namun masyarakat umat Muslim juga ada saat lebaran hari raya Idulfitri dan hari raya lainnya memainkan air.
Katanya, sulit bagi Disparpora untuk menghentikan kegiatan melempar air tersebut, namun tetap akan menertibkan agar lebih efesien dan lebih teratur pada saat perayaan imlek nanti.
Lebih jauh lagi H Ismail menerangkan, jika digunakan dengan air yang belum diisi dan dikemas oleh pabrik, itu bisa dianggap sangat berbahaya, karena kita tidak tahu apa yang akan di campur oleh masyrakat, dan juga bisa berbahaya bagi parawisatawan saat berkunjung bisa mengurangi daya tarik.
Mereka yang memainkan perang air sudah siap beli dan juga sudah siap untuk mengeluarkan modal demi kegiatan tersebut, karena memang air bersih yang harus di gunakan untuk berperang main air tersebut.
Masih kata H Ismail karena saat wisatawan membeli air, masyarakat juga mendapatkan hasilnya, nah di situlah dapat perputaran uang atau penghasilan bagi masyarakat yang di meranti ini, ada aktifitas ekonomi di siitu yang bisa menguntungkan masyrakat.
Penulis : dony ruby saputra
Editor : rio![]()
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









