Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Inflasi Juli 2021
Harga Jengkol turut Picu Inflasi di Riau
PELITARIAU, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat pada bulan Juli 2021, Riau mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,91. Hal ini membuat Inflasi Tahun Kalender (Januari - Juli 2021) sebesar 0,71 persen dan Inflasi Year on Year (Juli 2020 - Juli 2021) sebesar 2,21 persen.
"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, 2 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 0,31 persen dan Kota Dumai sebesar 0,22 persen. Sedangkan Kota Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,10 persen," ujar Kepala BPS Riau Misfaruddin.
Dikatakannya, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,51 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,45 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,28 persen.
Selanjutnya adalah kelompok pendidikan sebesar 0,22 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,14 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,11 persen, kelompok transportasi sebesar 0,07 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.
"Di sisi lain satu kelompok mengalami deflasi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami deflasi sebesar 0,11 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya yaitu kelompok pakaian dan alas kaki relatifstabil dibanding bulan sebelumnya," ujarnya.
Dijelaskan Misfaruddin, adapun komoditas yang memberikan andil kenaikan harga pada Juli 2021, antara lain Jengkol, cabai merah, sewa rumah, cabai rawit, daging sapi, ikan nila, bawang merah serta ikan asin teri.
"Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain: ayam hidup, daging ayam ras, emas perhiasan, minyak goreng, tomat dan juga ikan tongkol," urainya.
Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 13 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,62 persen, diikut oleh Kota Gunungsitoli sebesar 0,52 persen dan Kota Batam sebesar 0,45 persen.
"Sementara itu deflasi terjadi di sebelas kota, dengan deflasi tertinggi yaitu di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,32 persen, diikuti Kota Jambi sebesar 0,21 persen dan Kota Banda Aceh sebesar 0,14 persen," terang Misfaruddin. **Prc7
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









