Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kripik biji durian
Kreatif, Emak-emak di Riau
PELITARIAU, Pekanbaru - Di Provinsi Riau, buah durian (Durio zibethinus) menjadi menjadi kudapan favorit. Berbagai jenis jajanan dari olahan durian banyak ditemui di sejumlah gerai oleh-oleh di daerah itu. Ibu-ibu di daerah ini, memanfaatkan limbah biji durian untuk diolah menjadi kripik. Lantaran rasanya yang renyah dan gurih, cemilan ini banyak diminati pembeli.
Puluhan ibu-ibu di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, kurun waktu satu tahun ini, mulai antusias mengolah biji durian untuk dijadikan kripik. Dikemas apik dalam plastik, kemudian dipasarkan ke sejumlah gerai oleh-oleh. Sehingga bisa membantu nilai tambah ekonomi keluarga.
Ibu-ibu di daerah itu mengutip limbah biji durian secara gratis dari sejumlah pedagang durian. Kemudian, biji itu dibersihkan dan direbus air panas. Setelah itu, didinginkan.
Setelah melalui proses pendinginan, kulit biji durian dikupas. Lalu, daging biji durian berwarna putih itu, dipotong tipis- tipis, kemudian digoreng dalam wajan dengan minyak goreng mendidih. Selanjutnya, setelah selesai digoreng, kripik biji durian ditaburi garam dan bumbu penyedap rasa. Kemudian, dimasukan ke dalam kemasan.
Kepala Bidang Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata (PSDP), Dispar provinsi Riau, Ridho Adriansyah mengatakan, sejak awal tahun 2021 ini, produksi kripik biji durian mulai marak diproduksi di Siak, Riau. Kuliner tersebut dipasarkan di beberapa gerai oleh-oleh dan pada iven atau acara-acara tertentu, harga perbungkus dijual 10 ribu rupiah.
"Hasil penjualan kripik biji durian bisa membantu nilai tambah ekonomi keluarga. Dinas Pariwisata provinsi Riau dan Dispar Siak, telah memberikan dukungan berupa pembinaan dan promosi. Beberapa waktu lalu, kami telah melatih bagaimana cara mengolah secara higienis, mengemas, dan bagaimana mempromosikan melaui media sosial," kata Ridho.
Ridho berujar, dukungan itu dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kreatifitas melalui digitalisasi usaha di masa era kebiasaan baru (New Normal).
"Para pelaku parekaf itu juga diberikan sosialisasi panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE), panduan protokol kesehatan bagi masyarakat, dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," ujar Ridho. **Prc7
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









